Ketua TP-PKK Sulbar : Kemandirian dan Ketahanan Pangan Desa Tapandullu
ANALYSIS.ID, Mamuju – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Sulawesi Barat, Harsinah Suhardi, menyampaikan pentingnya menjadikan pemanfaatan lahan pekarangan sebagai gerakan berkelanjutan, bukan sekadar seremonial tahunan.
Hal ini disampaikannya saat menghadiri lomba pemanfaatan pekarangan di Desa Tapandullu, Kabupaten Mamuju, yang didampingi langsung oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Mamuju, Sulfiah Suhardi, Jumat (14/08/2026).
Dalam pertemuan yang berlangsung di hadapan para tokoh masyarakat, aparatur desa, ketua BPD Tapandullu, serta kader PKK, Harsinah bernostalgia mengenai rekam jejak historis kelompok dasawisma di wilayah tersebut yang pernah ia bina saat menjabat di tingkat kabupaten.
“Desa Tapandullu ini tidak asing bagi saya. Mungkin masih ada yang mengenal saya sebagai sosok kakak yang dulu sering turun langsung ke sini untuk membina kader,” ujar Harsinah.
Di balik suasana temu kangen itu, ia membawa pesan penting mengenai tantangan nyata yang tengah dihadapi daerah, yakni persoalan ketahanan pangan keluarga dan ancaman stunting.
Ia mengingatkan bahwa kegiatan menanam tidak boleh hanya menjadi agenda seremonial atau lomba tahunan, melainkan harus bertransformasi menjadi gerakan mandiri yang berkelanjutan di setiap rumah tangga untuk memperkuat pondasi ekonomi keluarga dari lingkup terkecil.
Dengan gaya komunikasi yang membumi, ia mengajak para ibu rumah tangga melakukan kalkulasi sederhana terkait pengeluaran belanja harian keluarga yang seringkali luput dari perhatian.
“Ibu-ibu, cabai memang terlihat murah, hanya Rp 5.000 sekali beli. Namun, coba hitung jika dikali dalam 30 hari, berapa pengeluaran untuk satu komoditas saja? Belum lagi kebutuhan sayur lainnya. Jika kita menanam sendiri, uang yang sedianya untuk beli sayur bisa dialihkan untuk membeli ikan sebagai asupan,” jelasnya.
Selanjutnya, Ketua TP-PKK Desa Tapandullu, Selvi Azis, menjelaskan bahwa kegiatan yang diinisiasi ini merupakan wujud kerja kolaboratif seluruh unsur pemerintah desa demi menurunkan angka stunting.
Ia menuturkan bahwa fokus utamanya adalah mendorong peran aktif ibu-ibu di desa agar mampu ‘mendekatkan pasar’ ke rumah sendiri melalui optimalisasi lahan pekarangan.
“Kegiatan ini murni bentuk ikhtiar bersama untuk menggerakkan kaum ibu agar lebih produktif memanfaatkan pekarangan rumah. Dengan menanam sendiri kebutuhan dapur, kita tidak hanya menghemat pengeluaran, tetapi juga memastikan asupan gizi keluarga terpenuhi secara mandiri sebagai langkah konkret pencegahan stunting di desa kita,” ungkap Selvi.
Ia juga turut mengapresiasi kehadiran pimpinan TP-PKK tingkat provinsi dan kabupaten yang dinilai memberikan suntikan semangat besar bagi para kader.
Lebih lanjut, Kepala Desa Tapandullu, Rahmat, dalam sambutannya turut menyampaikan apresiasi mendalam kepada Harsinah Suhardi dan Sulfiah Suhardi atas dedikasi dan perhatian mereka terhadap masyarakat desa.
Ia mengatakan bahwa meskipun pemerintah desa saat ini menghadapi tantangan defisit anggaran, komitmen untuk menjaga keberlangsungan program pemanfaatan pekarangan tetap menjadi prioritas yang dibiayai melalui Anggaran Dana Desa (ADD) setiap tahunnya.
“Kami tidak pernah menjadikan alasan keterbatasan anggaran sebagai hambatan untuk tidak mengadakan kegiatan produktif seperti ini. Ini adalah wujud cinta dan komitmen kami demi kesejahteraan masyarakat Tapandullu yang berkelanjutan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan