Tapandullu Menuju Bebas Stunting: Kolaborasi Kader Posyandu dan Relawan Literasi Lewat Inovasi LIBAS

ANALYSIS.ID, MAMUJU — Pantai Labuang Doda, Dusun Babalalang, Desa Tapandullu, Kabupaten Mamuju, tampak berbeda pada Kamis (10/9/2026).

Suasana pesisir kali ini, diramaikan oleh langkah-langkah solutif dari puluhan warga utamanya perempuan yang tergabung dalam kegiatan peningkatan kapasitas kader dan relawan literasi.

Mengusung tema “Menguatkan Kader, Menggerakkan Literasi Demi Mewujudkan Desa Literat dan Bebas Stunting,” forum ini menjadi titik temu penting antara gerakan pencerdasan masyarakat dan penanganan masalah gizi anak.

Inisiatif ini merupakan bagian dari implementasi program inovasi bertajuk LIBAS yang digagas Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Mamuju.

Program tersebut dirancang untuk merajut dua isu krusial di tingkat akar rumput: percepatan penurunan stunting dan penguatan budaya literasi.

Kepala PMD Kabupaten Mamuju, Muhammad Fausan Basir, mengungkapkan apresiasinya atas progres yang ditunjukkan oleh Desa Tapandullu.

Menurutnya, program LIBAS secara perlahan telah memperlihatkan dampak yang signifikan sejak mulai bergulir pada pertengahan tahun ini.

“Alhamdulillah, program LIBAS ini perlahan memperlihatkan dampak yang signifikan ya. Sejak kita berproses mulai Juni, Juli, sampai kemudian bulan Agustus ini, sebelum ada intervensi inovasi ini, capaian DPRS-nya (Data Pendukung Rencana Stunting) kan itu hanya berkisar di angka 60-an persen,” ujar Fausan di lokasi kegiatan.

Namun, kerja kolektif selama dua bulan terakhir membuahkan hasil yang menggembirakan. Berdasarkan data dari Puskesmas setempat, capaian DPRS untuk tahap di Desa Tapandullu kini menyentuh angka 100 persen.

Ia menjelaskan, kegiatan di Pantai Labuang Doda ini merupakan langkah lanjutan untuk mengintegrasikan aktivitas literasi dengan pelayanan di Posyandu.

Harapannya, Posyandu tidak lagi sekadar menjadi tempat penimbangan berat badan balita, melainkan bertransformasi menjadi ruang edukasi publik, sekaligus bergerak menuju pelayanan berbasis enam Standar Pelayanan Minimum (SPM).

“Motivasi terbesar tentu datang dari Pak Desa dan Bu Desa di sini yang memberi support luar biasa, sehingga semangat teman-teman tetap terjaga hingga mencapai DPRS 100 persen. Apapun yang kita lakukan ini demi Tapandullu kita bersama,” tambahnya.

Dukungan serupa disampaikan oleh Kepala Desa Tapandullu, Rahmat. Ia menyambut baik pelaksanaan program yang langsung menyentuh lini bawah desa tersebut dan berharap jangkauannya bisa terus diperluas ke depannya.

“Syukur Alhamdulillah karena kegiatan ini sudah dilaksanakan di tingkat desa. Mudah-mudahan ke depannya bisa dikembangkan lagi, dan kegiatan dari kader serta penggiat literasi bisa dimaksimalkan sebagaimana yang kita inginkan,” tutur Rahmat.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Desa Tapandullu, Selvi Azis, membeberkan bahwa rangkaian pelatihan ini dirancang secara sistematis melalui 10 hingga 12 kali pertemuan yang didanai lewat alokasi Dana Desa. Desain program yang memadukan teori dan praktik lapangan ini dinilai sangat efektif mengawal progres di masyarakat.

“Pertemuan satu dan tiga kita isi dengan teori, lalu pertemuan keempat kita sudah mulai turun ke lapangan. Nanti di pertemuan kelima kita sudah mempersentasikan hasilnya,” jelas Selvi.

Ia merinci, dalam waktu dekat tepatnya pada 12 September, pihaknya akan mulai mendistribusikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada 20 anak sasaran. Evaluasi berkala dijadwalkan pada 23 September mendatang untuk mengukur signifikansi kenaikan berat badan anak-anak sasaran tersebut.

Baginya, para kader Posyandu dan adik-adik penggiat literasi adalah ujung tombak di garis depan. Pihak Pemerintah Desa dan PKK berkomitmen untuk terus membersamai, baik melalui koordinasi intensif maupun dukungan fasilitas dan insentif.

“Harapan saya, semoga kader dan adik-adik literasi tetap semangat. Ini bagian dari tanggung jawab bersama karena desa sudah men-support, termasuk lewat pemberian insentif. Masing-masing tentu bertanggung jawab dengan tugas di bidangnya demi pencegahan stunting dan peningkatan literasi di desa kita,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup