PKM Rangas Target Penerapan ODF Berjalan Mulus
Mamuju, analysis.id — Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Rangas menargetkan Open Defecation Free (ODF) atau tidak membuang air besar di sembarangan tempat di Desa Sumare, berjalan mulus.
Untuk diketahui, Puskesmas Rangas menerima kunjungan dari Tim verifikasi lintas sektor dalam rangka ODF. Hal itu disampaikan Kepala Puskesmas Rangas, Sri Sulfiani di Kantor Desa Sumare, kecamatan Simboro. Jumat (10/11/2023).
“Sekarang pada hari ini juga kami di Puskesmas rangas itu melaksanakan agenda, ada kunjungan dari tim verifikasi dalam rangka Open Defecation Free (ODF) artinya untuk desa Sumare stop buang air besar sembarangan, Jadi kami kedatangan tamu dari teman-teman sanitarian dari Provinsi, dari Poltekkes dari Kabupaten dan Sanitarian dari Puskesmas yang ada di Kabupaten Mamuju guna melakukan verifikasi atau penilaian ke rumah tangga warga yang sudah stop buang air besar di sembarangan tempat,” kata kepala Puskesmas Rangas, Sri Sulfiani.
Kendati begitu, Sri menjelaskan bahwa terdapat lima instrumen atau pilar program STBM, yakni tidak buang air besar sembarangan, mencuci tangan pakai sabun, mengelola air minum dan makanan dengan aman, mengelola sampah rumah tangga dengan aman, serta mengelola limbah cair rumah tangga dengan aman.
“Penerapan kelima instrumen tersebut diharapkan dapat mewujudkan kondisi sanitasi total melalui pemberdayaan masyarakat,” jelas Sri.
Ditempat yang sama, Penanggung Jawab Program Sanitasi/Kesehatan Lingkungan PKM Rangas, Kasmiati menuturkan hari ini adalah tanggal kegiatan untuk verifikasi, verifikasi Odf ini akan ada hasilnya, apakah benar desa Sumare setelah diverifikasi layak atau benar dia tidak buang air besar sembarangan.
“Selain itu yang menjadi tim verifikasi adalah lintas sektor, jadi bukan lintas sektor nya, itu bisa Pak Lurah yang ada di sebelah desanya kita, begitu juga dengan lintas sektor yang lainnya bisa juga dengan tokoh agama yang ada di desa itu, kepala dusun dan melibatkan kader yang ada di desa Sumare,” kata Kasmiati.
Menurut Kasmiati, setelah diadakan verifikasi nanti jika Desa Sumare layak bahwa memang benar desa tersebut sudah stop buang air besar sembarangan, pihaknya tidak berhenti sampai disini karena pilar-pilar selanjutnya itu ada 5 di kesehatan lingkungan pilar STBM.
Karena itu, yang baru dilaksanakan ini adalah pilar pertama yakni stop buang air besar sembarangan, jadi masih banyak pilar-pilar yang akan dikerjakan oleh desa ini dan akan ada rencana tindak lanjut kedepan, serta pihaknya akan maju ke pilar-pilar selanjutnya yang bisa dilaksanakan oleh desa.
“Harapannya kami sebagai tenaga kesehatan lingkungan, perilaku masyarakat walaupun misalnya sudah stop buang air besar sembarangan, harapannya agar bisa masuk di pilar-pilar selanjutnya dari sila ke-2 sampai kelima karena jika kesehatan lingkungannya itu buruk kita akan berakibat tidak baik buat kesehatan kita,” tutupnya.
Tag
Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup



Tinggalkan Balasan