KPID Sulbar Kawal Generasi Sehat Di Era Digital Melalui Goes To Campus
![]() |
| Ketua KPID Sulbar, Mu’min saat memapaparkan materi di kegiatan Goes to Campus. (Dok. Humas KPID Sulbar). |
Polman, analysis.id — Peran Masyarakat berfungsi mewadahi aspirasi serta mewakili kepentingan publik akan penyiaran, hal ini mempertegas bahwa KPI lahir sebagai perwakilan masyarakat dibidang penyiaran.
Seiring hadirnya media baru seperti media sosial dan Over The Top yang kian tak terbendung tentunya berdampak pada pola perilaku masyarakat dalam berinteraksi dan cara memperoleh dan memproduksi informasi, ditambah lagi dengan regulasi yang dinilai belum sepenuhnya memayungi sehingga pengawasan terhadap berbagai berita dan informasi pada flatform media tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Hal itu dikatakan Ketua KPID Sulbar Mu’min saat menjadi pembicara dalam kegiatan Goes to Campus literasi media membangun SDM yang unggul dan berkualitas melalui siaran sehat di aula kampus Universitas Al-Asyariah Mandar (Unasman) Polman.
Dihadapan mahasiswa Unasman, Mu’min mengungkapkan bahwa tugas utama KPID sesuai amanat Undang-Undang 32 tahun 2002 adalah mengawasi isi siaran lembaga penyiaran televisi dan radio, dan dalam pelaksanaannya lembaga penyiaran harus tunduk pada pedoman perilaku penyiaran dan standar program siaran (P3SPS).
“Tujuan kami menyasar kampus tak lain ingin menjadikan mahasiswa sebagai agen penyiaran sehat ditengah-tengah masyarakat, sebab kita semua meyakini bahwa mahasiswa sebagai kaum intelektual muda merupakan fasilitator handal dan mumpuni dalam hal penyampai dan penyalur informasi yang baik sekaligus menjadi filter jika menemukan adanya informasi yang diduga hoaks yang dapat mempengaruhi pola pikir masyarakat luas,” ungkapnya. Jumat (26/09/2023)
![]() |
| Pihak Komisioner KPID Sulbar bersama Civitas Akademik Unasman pada kegiatan Goes to Campus. |
Sementara, Kepala Prodi Ilmu Komunikasi Unasman, Hamdan dalam paparannya menuturkan perguruan tinggi memiliki peran menciptakan generasi sadar digital.
Kata Hamdan, dengan memaksimalkan manfaat teknologi, meminimalkan resiko dan mempromosikan penggunaan teknologi yang positif dan produktif dengan membekali mahasiswa keterampilan penggunaan perangkat keras dan lunak, lalu aktif mengkaji dampak sosial dari transformasi digital untuk digunakan membentuk kebijakan yang lebih baik dalam pemanfaatan teknologi digital.
“Perguruan tinggi juga memberikan pemahaman tentang privasi online yang bertanggung jawab dari media sosial untuk menghindari penyebaran berita palsu (hoaks) serta perlindungan diri dari ancaman siber, termasuk didalamnya mahasiswa diajarkan menjadi kritis terhadap informasi di media sosial, perguruan tinggi membantu mereka mengenali berita palsu, bias informasi serta cara mengidentifikasi sumber informasi yang dapat dipercaya,” tuturnya.
![]() |
| Proses Kegiatan Goes to Campus literasi media membangun SDM yang unggul dan berkualitas melalui siaran sehat di aula kampus Unasman. |
Diketahui, kegiatan tersebut dihadiri Ketua Koorbid. Kelembagaan KPID Sulbar Hadrah, sekaligus menjadi moderator, Koorbid. PS2P Firman Getaran dan Komisioner Naluria Islami serta dosen Unasman.
Juga dirangkaikan dengan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara Ketua KPID Sulbar Mu’min dengan Rektor Universitas Al-Asyariah Mandar Hj. Chuduriah Sahabuddin.
Nota kesepahaman kedua institusi ini bertujuan mengadakan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan publikasi serta pengabdian kepada masyarakat, mengadakan literasi media dalam penciptaan dan pemantauan siaran baik televisi maupun radio, mengadakan pemutakhiran program pendidikan dan penyelenggaraan pengajaran/perkuliahan, pemagangan, riset dan pengembangan serta bidang pengabdian berdasarkan pada prinsip saling membantu dalam usaha untuk melindungi kepentingan masyarakat dari dampak negatif isi siaran televisi dan radio.
Tag
Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup




Tinggalkan Balasan