Serukan Kemerdekaan Palestina, Massa Aksi Al-Quds di Mamuju Bakar Bendera AS–Israel

Kemarahan Peserta massa aksi, menginjak hingga membakar bendera (simbol) Israel dan Amerika. (Dok. Istimewa).

ANALYSIS.ID, Mamuju — Sejumlah pemuda, mahasiswa, dan elemen masyarakat sipil yang tergabung dalam Sulbar Menghapus Air Mata Duka Palestina menggelar aksi solidaritas Internasional Al-Quds Day 2026 di Jalan Yos Sudarso, kawasan Bundaran Mamuju, Jumat (13/03/2026).

Aksi yang berlangsung di bulan Ramadan ini menjadi bagian dari peringatan Al-Quds Day, sebuah momentum solidaritas internasional yang diperingati setiap tahun oleh berbagai kelompok masyarakat dunia untuk menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina dan menolak penjajahan di tanah Al-Quds (Yerusalem).

Massa aksi membawa berbagai spanduk dan poster bertuliskan dukungan terhadap rakyat Palestina serta kecaman terhadap agresi militer Israel.

Dalam aksi tersebut, massa juga melakukan pembakaran simbolis bendera Amerika Serikat dan Israel, serta membakar Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai bentuk protes terhadap kebijakan politik dan dukungan militer yang dinilai memperpanjang konflik di Palestina.

Jenderal Lapangan, Wahyu Santoso dalam orasinya menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk solidaritas masyarakat Sulawesi Barat terhadap tragedi kemanusiaan yang terus berlangsung di Palestina.

“Selama puluhan tahun rakyat Palestina hidup di bawah penjajahan, blokade, dan kekerasan militer yang sistematis. Serangan terhadap warga sipil, penghancuran rumah, rumah sakit, sekolah, serta fasilitas publik merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional dan nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya di hadapan massa aksi.

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan di tengah aksi, massa menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya mengutuk keras segala bentuk genosida, penjajahan, dan kekerasan militer yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina. Mereka juga mendesak Israel untuk segera menghentikan seluruh agresi militer dan membuka blokade Gaza.

Selain itu, massa mengecam dukungan militer dan politik Amerika Serikat kepada Israel yang dinilai telah memperpanjang konflik dan penderitaan rakyat Palestina. Massa juga menyoroti meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang berpotensi memperluas konflik dan mengancam stabilitas regional.

Para peserta aksi juga mendesak pemerintah Indonesia untuk keluar dari Board Of Peace, lembaga internasional yang mengatasnamakan perdamaian namun tidak memiliki keberpihakan yang jelas terhadap keadilan dan kemerdekaan bangsa -bangsa yang tertindas. Serta pemerintah Indonesia agar lebih tegas memperjuangkan kemerdekaan Palestina dalam berbagai forum internasional.

Aksi solidaritas tersebut berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan. Setelah rangkaian orasi dan pembacaan pernyataan sikap, kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama yang diikuti oleh para peserta aksi.

Momentum tersebut dilanjutkan dengan doa bersama untuk kemerdekaan Palestina, sebagai bentuk harapan agar rakyat Palestina segera memperoleh kebebasan, keadilan, dan kedamaian di tanah mereka sendiri.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup