Kunjungan Mentan ke Mamuju, Sutinah Sampaikan Rasa Hormat dan Terima Kasih

Dok. Humas Pemkab Mamuju 

MAMUJU, Analysis.co.id – Menteri Pertanian Republik Indonesia atau Mentan RI, Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) dengan melihat langsung kondisi pertanian di Desa Papalang, Kabupaten Mamuju. Sabtu (30/3/2024).

Menjadi lokus kunjungan Menteri Pertanian, Bupati Mamuju, Hj. Sitti Sutinah Suhardi, menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas lawatan resmi tersebut. 
Ia juga memberikan apresiasi atas perjuangan Mentan terhadap penambahan alokasi pupuk yang memang menjadi kebutuhan petani selama ini. 
Menyadari intervensi tersebut tentu tak lepas dari kebijakan presiden, Sutinah juga secara khusus menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada Presiden RI, Joko Widodo, yang ia nilai sangat pro rakyat, dan selalu memberikan solusi konkret atas persoalan yang dihadapi masyarakat, terutama dalam pengembangan sektor pertanian yang terus mendapat perhatian serius. 
Kepada Menteri Pertanian yang turut di dampingi anggota DPR RI Dapil Sulbar, Dr. Suhardi Duka, Sekretaris Provinsi Sulbar, Muhammad Idris, serta Bupati Majene, Andi Sukri Tammalele, Sutinah menyebutkan berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik pada tahun 2023.
“Luas panen padi di Mamuju mencapai 10.795 hektare, dengan produksi padi mencapai 53.084 ton atau jika dikonversi ke beras mencapai 34.807 ton,” kata Sutinah Suhardi.
Usai meninjau penanaman padi di Desa Papalang, Mentan, Andi Amran Sulaiman secara simbolis menyerahkan alokasi penambahan pupuk subsidi untuk petani seluruh Indonesia sebesar Rp 28 Triliun. Dengan tambahan tersebut, kini total anggaran pupuk subsidi mencapai Rp 54 Triliun. 
Amran menyebutkan, penambahan ini merupakan tindak lanjut hasil berbagai pertemuan dan rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo dan juga para menteri, termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani. Hasilnya, dengan penambahan anggaran ini maka alokasi pupuk mencapai 9,55 juta ton, dan resmi diputuskan melalui surat menteri keuangan no S-297/MK.02.2024.
“Kabar baik ini yang ditunggu-tunggu petani Indonesia karena ini bagian dari tonggak sejarah kembalinya kebutuhan petani yaitu pupuk. Alhamdulillah tadi pagi saya sudah tanda tangan,” ujar Amran.
Dengan penambahan ini, kata Amran, petani diharapkan segera mempercepat tanam dan meningkatkan produksi dalam negeri agar ke depan Indonesia mampu mewujudkan swasembada. Yang juga sangat penting adalah polisi, TNI dan bupati memperkuat pengawasan kios maupun distributor agar tidak terjadi penyimpangan.
“Kami titip kios-kios dan distributor agar tidak melakukan kecurangan, dan bagi yang nakal langsung cabut saja izinnya. Karena itu, mari kita singsingkan lengan dan turun ke lapangan karena ini adalah bagian dari perjuangan kita untuk petani Indonesia,” katanya.
Ia menambahkan volume pupuk subsidi tahun 2024 meliputi pupuk kimia dan juga organik untuk 9 jenis komoditas seperti padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, tebu rakyat, kopi dan kakao. Adapun alokasi pupuk mengacu pada rekomendasi Badan Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Kementerian Pertanian.
“Saya berharap para gubernur, bupati dan wali kota segera menyiapkan rancangan alokasi per kabupaten dan kecamatan sesuai data e-RDKK tahun 2024,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup