Wali Kota Parepare Apresiasi Layanan Cath Lab BPJS di RSUD Andi Makkasau

Dokter spesialis RSUD Andi Makkasau menjelaskan ke Wali Kota Parepare, Tasming Hamid dan Wakil Wali Kota Parepare, Hermanto soal Cath Lab usai meresmikan.

Analysis.id, Parepare – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makkasau Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) resmi menghadirkan layanan kateterisasi jantung (Cath Lab) yang dijamin oleh BPJS Kesehatan. Kehadiran fasilitas medis canggih ini diharapkan menjadi solusi cepat bagi penderita penyakit jantung di wilayah Ajatappareng dan sekitarnya agar tidak perlu lagi dirujuk ke Makassar.

Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, memberikan apresiasi tinggi atas beroperasinya alat tersebut. Menurutnya, fasilitas ini sangat krusial mengingat penyakit jantung merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di Indonesia.

“Hari ini kita lihat alatnya sudah mendukung dan sangat canggih. Bahkan bisa dilihat secara detail jaringan yang dimasukkan ke dalam tubuh. Dengan hadirnya Cath Lab ini, tentu sangat membantu masyarakat, khususnya Kota Parepare dan daerah luar,” ujar Tasming kepada wartawan.

Tasming juga bersyukur karena layanan ini langsung di-cover oleh BPJS Kesehatan, sehingga tidak akan membebani masyarakat dengan biaya umum yang bisa mencapai puluhan juta rupiah. Bahkan, meski baru dibuka, rumah sakit sudah menerima pasien rujukan dari luar provinsi.

“Kemarin sore sudah ada laporan masuk, ada pasien dari Mamuju (Sulawesi Barat) yang datang ke sini. Kami berterima kasih kepada BPJS dan kerja keras Ibu Direktur RSUD beserta jajarannya,” tambahnya.

Meski telah beroperasi, Plt Direktur RSUD Andi Makkasau Parepare, dr. Muliana, menggarisbawahi bahwa penanganan yang ditanggung oleh BPJS saat ini masih terbatas untuk kategori darurat (emergency).

“Masyarakat perlu ketahui, BPJS kali ini memberikan izin untuk kasus-kasus emergency saja dengan kriteria khusus. Keunggulannya adalah pelayanan yang mudah dan cepat. Dalam penanganan jantung, kita berpacu dengan waktu, bukan lagi hitung jam tapi menit bahkan detik,” jelas dr. Muliana.

Ia mengklaim RSUD Andi Makkasau menjadi satu-satunya rumah sakit di wilayah Ajatappareng yang layanan Cath Lab-nya sudah aktif bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Ke depan, pihak manajemen juga telah mengusulkan kepada Wali Kota untuk membangun Pusat Pelayanan Jantung Terpadu guna mengantisipasi terus meningkatnya jumlah pasien.

Dokter Spesialis Jantung RSUD Andi Makkasau, dr. Asny Mustafa, menjelaskan lebih detail mengenai tindakan medis menggunakan Cath Lab ini. Layanan darurat yang dimaksud menyasar pasien yang mendapat serangan jantung baru akibat sumbatan tiba-tiba di pembuluh darah.

“Metodenya bukan operasi belah dada. Tindakannya mirip seperti pasang infus di tangan, lalu menjadi jalur masuknya kateter. Proses ini tidak sakit karena ukuran kateter menyesuaikan pembuluh darah. Setelah diberi cairan pewarna, kita bisa mendiagnosis sekaligus langsung memberikan tindakan (treat) pada pembuluh darah yang bermasalah,” papar dr. Asny.

Ia mengungkapkan, selama ini angka rujukan pasien jantung ke Makassar sangat tinggi karena keterbatasan alat. Sebagai contoh, pada bulan Juni lalu, tercatat ada sekitar 50 pasien serangan jantung, di mana 30 di antaranya terpaksa dirujuk. Rujukan tersebut kerap memberatkan keluarga pasien dari segi biaya hidup dan transportasi.

“Sekarang, untuk tindakan seperti pemasangan cincin jantung sudah bisa dituntaskan semuanya di Parepare. Prinsipnya time is muscle, semakin cepat ditangani, otot jantung pasien semakin terselamatkan. Pasien dari Sidrap, Pinrang, dan sekitarnya tidak perlu jauh-jauh lagi ke Makassar,” tegasnya.

Saat ini, dr. Asny merupakan satu-satunya dokter spesialis jantung purna waktu yang berdomisili di Parepare, dibantu oleh satu dokter kontrak. Namun, pihak RSUD menargetkan pada tahun depan akan ada tambahan tiga spesialis jantung baru yang selesai menempuh pendidikan untuk memperkuat tim medis setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup