Taruhan Nyawa di Jembatan Lapuk Pepana

Kondisi jembatan gantung Pepana saat digunakan warga setempat.(Dok. Ist)

ANALYSIS.ID, MAMASA – Bunyi decit papan kayu yang lapuk beradu dengan tiupan angin di atas Sungai Mambi, Kabupaten Mamasa, seolah menjadi pengingat harian bagi warga Lingkungan Pepana, Kelurahan Talippuki.

Jembatan gantung yang membentang di sana kini bukan lagi sekadar akses penghubung, melainkan “perangkap” yang menguji nyali setiap orang yang melintasinya.

Kondisi jembatan itu tampak kian memprihatinkan. Lantai kayu yang bolong-bolong di sana-sini, ditambah kawat penyangga yang mulai berkarat, membuat struktur jembatan bergoyang hebat setiap kali roda kendaraan menyentuhnya.

Haerul, seorang tokoh pemuda Kelurahan Talippuki, tak bisa lagi menyembunyikan kegelisahannya.

Baginya, jembatan ini adalah urat nadi kehidupan masyarakat dan jalur utama para pelajar menuju sekolah.

Namun, ia merasa infrastruktur krusial ini seolah luput dari daftar prioritas pemerintah daerah.

“Kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Jangan menunggu sampai ada korban jiwa baru pemerintah mau bergerak,” ujar Haerul dengan nada tegas saat ditemui, Jumat (17/07/2026).

Kegelisahan warga bukan tanpa alasan. Rekaman video amatir yang sempat viral baru-baru ini menjadi bukti betapa tipisnya batas antara keselamatan dan celaka di jembatan itu.

Dalam video tersebut, seorang warga terlihat berjuang keras saat sepeda motornya oleng di tengah jembatan. Sang pengendara nyaris terperosok ke dalam sungai yang mengalir deras di bawahnya.

Meski nyawanya selamat, ia harus menelan pil pahit. Dompet, telepon genggam, dan sejumlah barang berharganya raib ditelan arus sungai akibat kejadian tersebut.

Insiden itu, bagi Haerul, bukan sekadar kecelakaan tunggal, melainkan alarm bahaya yang nyata.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada langkah konkret dari pemerintah setempat untuk melakukan perbaikan permanen pada struktur jembatan tersebut.

Bagi masyarakat Pepana, setiap kali melintasi jembatan ini, mereka seolah sedang bertaruh dengan nasib, menanti kapan pemerintah akan benar-benar hadir untuk memastikan akses jalan mereka aman dari maut.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup