GTS, KPID Sulbar Ajak Pelajar SMA 1 Mamuju Simak Dunia Penyiaran

Dok. Humas KPID Sulbar

Mamuju, analysis.id – Goes to School (Gts) adalah Upaya KPID Sulbar mengajak pelajar lebih selektif dalam memilih sebuah konten dan informasi yang layak dan benar, sebab di zaman yang serba modern ini semua informasi dengan cepat dan mudah merangsek dan masuk di ponsel pintar, karena itu kami menghimbau agar pelajar lebih berhati-hati dengan konten atau informasi yang belum dijamin keasliannya, kata Ketua KPID Sulbar, Mu’min. Senin (11/3/2024).

Hal tersebut dipaparkan Ketua KPID Sulbar Mu’min didepan pelajar SMA 1 di jln Kumbang Lollo Mamuju, 8 Maret 2024.
Pelajar, kata Mu’min memiliki analitycal skill untuk menilai sebuah informasi yang bisa dipercaya, dan informasi yang receh alias sampah sejatinya dibuang dan diabaikan karena dipastikan tak memiliki nilai positif pada diri kita.
“Begitu deras intensitas informasi yang membanjiri ponsel pintar kita sehingga dibutuhkan kemampuan menganalisa setiap berita, dan kami meyakini siswa SMA 1 Mamuju mampu melakukan itu dan kembali rutin menyimak siaran televisi dan radio untuk mendapatkan informasi yang telah terverifikasi kebenarannya,” tuturnya.
Televisi dan radio, kata Mu’min, sangat berhati-hati dalam bersiaran, sebab keduanya diawasi oleh lembaga resmi yaitu KPI yang ada di pusat dan KPI Daerah, sementara media sosial hingga saat ini belum ada yang lembaga yang mengawasi, itulah mengapa konten palsu, berita bohong maupun informasi mentah memenuhi ponsel kita dengan mudahnya. 
Ia meminta apabila menemukan tayangan televisi atau siaran radio pada lembaga penyiaran yang diduga melanggar norma kesopanan dan kesusilaan, baik berupa video, gambar maupun dalam bentuk suara, agar tak segan melaporkan ke KPID Sulbar, di jalan. RE Martadinata Simboro Mamuju, atau melalui laman media sosial KPID.
“Kami akan melakukan kajian menentukan apakah laporan tersebut memenuhi unsur pelanggaran sesuai aturan penyiaran yang ada, dan jika terbukti maka ada sanksi yang akan dikenakan terhadap lembaga penyiaran tersebut, tergantung dari tingkat pelanggarannya,” tegasnya.
Koordinator Bidang Kelembagaan, Hadrah menghimbau siswa untuk melihat tayangan yang bermanfaat dan membuka cakrawala berpikir.
“Apalagi memasuki bulan Ramadan ini adik-adik harus pandai memilah konten atau siaran mana yang berguna dan bisa menambah wawasan, dan untuk menjaga mata dan telinga kita dari konten, berita dan informasi yang tidak bermutu maka pelajar harus rajin-rajin menonton televisi dan mendengarkan radio,” pintanya. 
Selanjutnya, Komisioner Naluria Islami mengurai jika siswa atau pelajar diyakini mampu beradaptasi dengan kondisi sekarang ini, pihaknya berharap para siswa selalu menonton televisi dan dengar radio karena disitu beragam informasi, hiburan dan siaran edukasi tersedia setiap saat, dan tentunya tidak kalah menarik dengan konten media sosial.
“Sisi positifnya bermedia sosial pelajar dapat terhubung dengan keluarga dengan cepat, selanjutnya pelajar bisa menggunakan media sosialnya membantu KPID menyampaikan tugas dan fungsinya melakukan pengawasan isi siaran televisi dan radio, seperti kegiatan kali ini peran siswa dibutuhkan menjadi corong informasi kami mempublish ke masyarakat melalui flatform medsosnya masing-masing,” harapnya. 
Sementara, Koorbid. PKSP Firman Getaran mengatakan supaya pelajar memberitahukan kepada keluarga tentang arti kode pada siaran televisi yang sedang tayang sebagai bentuk pengawasan 
terhadap keluarga.
“Utamanya anak dibawah umur harus disesuaikan dengan tayangan sesuai dengan usianya, tandasnya,” katanya. 
Lebih lanjut, Komisioner bidang kelembagaan Sarinah menuturkan dengan adanya Goes to School ini adik-adik menjadi lebih paham bahwa siaran televisi dan radio itu lebih mendidik dibanding media lainnya.
“Jadilah bagian dari KPID menularkan pengetahuan penyiarannya kepada masyarakat, dan terakhir jadilah pengawas media minimal dimulai di lingkungan keluarga sendiri, menjadi duta penyiaran dirumah sendiri menyampaikan tentang siaran baik dan layak ditonton oleh keluarga,” bebernya. 
Kepala Sekolah SMA 1 Mamuju, Halima berterima kasih kepada KPID Sulbar yang telah memilih SMA 1 Mamuju melakukan sosialisasi terkait penyiaran.
“Kami kira ini adalah sebuah cahaya, sebab pengetahuan penyiaran tak didapatkan dalam bangku sekolah, Halima berharap apa yang disampaikan Komisioner KPID dapat diserap sehingga siswa mampu memahaminya dengan baik dan menerapkan dalam kehidupannya,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup