Plh Herdin Ismail Sebut Inflasi Sulbar Sentuh 3,36 Persen, Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama

Plh Sekprov Sulbar, Herdin Ismail saat melakukan rapat bersama BPS Sulbar.

ANALYSIS.CO.ID, Mamuju  – Tekanan inflasi di Sulawesi Barat (Sulbar) menunjukkan tren mengkhawatirkan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulbar, inflasi tahunan (year on year/yoy) untuk periode April 2025 mencapai 3,36 persen.

Lonjakan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi pemicu utama, menyumbang andil sebesar 2,84 persen terhadap angka inflasi keseluruhan. Komoditas perikanan turut menjadi perhatian dalam kenaikan harga tersebut.

Rapat pengendalian inflasi yang digelar secara virtual, menjadi respons atas kondisi ini. Senin (05/05/2025).

Pelaksana harian (Plh) Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulbar, Herdin Ismail, memimpin jalannya rapat dari ruang kerjanya, berkoordinasi langsung dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Komjen. Pol. Tomsi Tohir.

Kenaikan harga yang terjadi secara konsisten ini mengindikasikan adanya tekanan inflasi yang perlu diwaspadai. Pengelolaan distribusi barang dan jasa di seluruh wilayah Sulbar menjadi sorotan utama dalam upaya menekan laju inflasi.

Meskipun demikian, Plh. Sekdaprov Herdin Ismail menunjukkan optimisme bahwa inflasi di Sulbar dapat dikendalikan melalui sinergi dan koordinasi yang kuat antar seluruh pemangku kepentingan dan pemerintah daerah di enam kabupaten.

“Saya mengimbau seluruh stakeholder terkait untuk tetap tenang dan tidak panik,” tegas Herdin. Ia juga menekankan komitmennya untuk selalu siaga dalam menerima informasi dan melakukan koordinasi cepat.

“Nomor telepon saya akan aktif 24 jam. Jika panggilan tidak terjawab, silakan langsung mengirim pesan melalui WhatsApp agar saya dapat memantau seluruh perkembangan dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk menekan kembali kenaikan inflasi di Sulbar,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup