Kepala PKM Rangas Himbau Warga, Usai 1 Keluarga di Mamuju Positif DBD

Kepala Puskesmas Rangas, Sri Sulfiani saat memberikan imbauan ke masyarakat. (Dok. Humas Pkm Rangas.)

Mamuju, analysis.id – Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Pkm) Rangas memberi himbauan ke masyarakat, usai 1 keluarga di Lingkungan Landi, Kelurahan Rangas, Kabupaten Mamuju positif Demam Berdarah atau DBD. Rabu (19/7/2023).
Kepala Puskesmas Rangas, Sri Sulfiani dalam himbauannya menuturkan untuk menghindari terjadinya kasus DBD, selayaknya para warga memperhatikan kebersihan di lingkungan sekitar. 
“Kami infokan sama masyarakat untuk sanitasi dilingkungan tetap di bersihkan, baiknya menghindari kalau ada genangan air, ban-ban mobil besar itu sebaiknya di perbaiki tempatnya supaya tidak digenangi air hujan, guna menghindari penyakit menular maupun tidak menular,” imbau Kepala PKM Rangas, Sri Sulfiani.
Hal itu di ungkapkan Sri Sulfiani sebab, dalam pelaksanaan foging, dia menyaksikan langsung kondisi kebersihan lingkungan para warga.
“Karena tadi saya ikut melihat sekitaran rumah-rumah warga, dan itu masih banyak sampah di buang sembarangan tempat,” ungkapnya. 
Tenaga Kesehatan saat melangsungkan Foging. (Dok. Humas Pkm Rangas).
Ditempat yang sama, Penanggung Jawab Bidang Surveilens Pkm Rangas, Adi Triputra menjelaskan soal terjadinya kasus DBD, mayoritas dipengaruhi kondisifikasi cuaca dan masalah kebersihan.
“Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan DBD, faktor lingkungan dan faktor cuaca, pada saat musim hujan, pergantian cuaca itu paling sering meningkat kasus DBD, dibandingkan dengan musim panas atau kemarau,” jelas Adi Triputra.
Selanjutnya, “Jadi perlu kesadaran masyarakat untuk memperhatikan kebersihan kondisi lingkungan disekitarnya, meskipun rumahnya bersih tetapi tetangganya tidak, itu juga kita bisa terkena imbasnya karena jarak terbang DBD itu 100 Meter,” tambahnya. 
Lebih lanjut dia menerangkan upaya sebagai alternatif memnberantas pencegahan DBD. 
“Sebenarnya solusi efektif untuk mencegah nyamuk DBD ini, harus betul-betul kita membersihkan lingkungan, kemudian diperhatikan jentik-jentik nyamuk ini harus di basmi, kalau hanya mengandalkan fogging, habis foging pasti masih ada nyamuk,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup