Darurat DBD, Begini Penjelasan Dinkes Mamuju
![]() |
| Ilustrasi |
“Memang dilingkungan itu ada datanya di kami, di lingkunag Kadolang, tapi itu kejadiannya pada bulan November, Desember dan Januari, kemudian target untuk di Fooging, dan sudah masuk daftar untuk fooging, karena kami sudah list berdasarkan kasusnya, kalau bulan Februari kami belum ada laporan datanya, mungkin ada pertambahan 4 orang masuk,” Kata Maghfira. Minggu (11/2/2024).
Meski begitu, Maghfira juga menjelaskan syarat untuk melakukan fooging, setelah diketahui ada laporan fositif dari RS, warga, atau Puskesmas, maka hal utama yang harus dilakukan adalah melakukan Penyelidikan Epidiemologi (PE).
“Apakah ditemukan Jentik, atau fektor penyebab DBD dilingkungan itu, jika ternyata dilakukan PE dan betul ada Jentik dan ada Fektor DBD, baru kita lakukan Fooging, untuk empat kasus yang diakumulasi Desember-januari memang sudah dilakukan PE oleh petugas Puskesmas Binanga sebab itu wilayah kerjanya Puskesmas Binanga,” Jelasnya.
ia juga menuturkan soal kendala tidak dilakukannya fooging di beberapa titik pada awal tahun, juga ketika dilakukan fooging tentu merujuk pada aturan yang selama ini diberlakukan.
“Kenapa tidak dilakukan fogging sebab, kondisi cuaca yang tidak menentu dan masih terbatas diwilayah tim. Meski begitu ada proses yang dinamis yang bersifat komunitas tuh maksudnya mereka tinggal dalam lingkungan yang sama contohnya di asrama Brimob, rumah-rumah Tahfidz, Wildan dan asrama Kodim itu komunitas yang betul-betul tinggal sama penularan risiko penularan nya lebih tinggi tapi tetap syarat utama yang diperlakukan mesti positif jentik, kenapa tidak dilakukan fogging jika foging yang menjadi titik utama penyelesaian masyarakat maka memang belum dilakukan karena keterbatasan itu tadi.” tuturnya.
Tokoh Pemuda Sangkurio, Muh. Zainal menggap bahwa ini sudah masuk situasi darurat/emergency DBD.
“Harus ada penyemprotan massal segera di seluruh kampung wabil khusus lingkungan Kadolang,” ungkap Zaenal.
Zaenal juga menyampaikan dua hari yang lalu, ada dua pasien yang di larikan ke RS. dengan selang waktu yang satu hari, di duga terpapar DBD.
“Dinkes kalau tidak bertindak ini akan menjadi sangat serius. Karna anak-nak yang akan menjadi ancamannya,” bebernya.


Tinggalkan Balasan