Bupati Polman Sumbang 10 Bulan Gaji untuk Pembangunan Ponpes Al-Risalah Batetangnga

Analysis.id, Polman – Bupati Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) H. Samsul Mahmud, berkomitmen menyumbangkan seluruh gajinya selama 10 bulan untuk membantu pembangunan Pondok Pesantren Al-Risalah Batetangnga.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Samsul saat menghadiri acara Khataman Sharaf XI dan Haflatul Ikhtitam VIII di kompleks Pondok Pesantren Putra Al-Risalah Batetangnga, Polman, Kamis (14/5/2026).

“InsyaAllah, saya akan menyumbangkan gaji saya sebagai Bupati selama 10 bulan untuk membantu pembangunan Pondok Pesantren Al-Risalah Batetangnga,” kata Samsul Mahmud di hadapan ribuan santri dan wali santri yang hadir.

Selain memberikan bantuan materi, Samsul menegaskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Polman saat ini tengah menyiapkan regulasi khusus untuk mendukung keberlangsungan pondok pesantren di wilayahnya.

“Kami sedang menggodok Perda Pesantren agar bantuan kepada pondok pesantren dan para kiai memiliki payung hukum yang kuat. Ini bentuk komitmen pemerintah daerah terhadap pesantren,” tegasnya.

Samsul juga menyoroti pentingnya peran pesantren di tengah merosotnya standar moral dan etika di masyarakat saat ini. Menurutnya, tantangan zaman bagi generasi muda kian berat.

“Hari ini orang begitu mudah marah, mudah menghina, merasa paling benar, dan kehilangan penghormatan kepada sesama. Karena itu pesantren menjadi sangat penting sebagai benteng moral generasi,” tambah Samsul.

Dalam kesempatan yang sama, Pendiri Pondok Pesantren Al-Risalah Batetangnga, Muhdin Bedong, menyampaikan apresiasi tinggi atas kehadiran bupati. Menurutnya, kehadiran kepala daerah secara langsung merupakan momen langka dalam sejarah penamatan di ponpes tersebut.

“Selama kegiatan penamatan ini dilaksanakan, baru kali ini seorang bupati hadir langsung bersama santri dan wali santri. Ini adalah penghormatan besar bagi keluarga besar Pondok Pesantren Al-Risalah Batetangnga,” tutur Muhdin.

Muhdin juga mengingatkan para santri untuk tetap menjaga akar dan silsilah keilmuan tradisional yang menjadi kekuatan pesantren.

“Sanad keilmuan Pondok Pesantren Al-Risalah Batetangnga tersambung dengan Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan dan Salafiyah Parappe. Pesantren tidak boleh kehilangan akar keilmuannya,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al-Risalah Batetangnga, M. Ali Rusdi Bedong, melaporkan pesantren yang dipimpinnya kini telah memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi warga sekitar.

“Alhamdulillah, Pondok Pesantren Al-Risalah Batetangnga terus menunjukkan perkembangan signifikan. Keberadaan pesantren turut menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar, mulai dari sektor katering, perdagangan, hingga pembangunan yang nilainya diperkirakan mencapai lebih dari lima miliar rupiah setiap tahun,” papar Ali Rusdi.

Ali Rusdi menambahkan, saat ini santri Al-Risalah berasal dari 15 provinsi di Indonesia dengan total alumni mencapai 2.304 orang yang tersebar hingga ke luar negeri, termasuk Kairo, Mesir.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama ( Kanwil Kemenag) Provinsi Sulbar, Adnan Nota, yang turut hadir dalam acara tersebut, mendorong adanya sinergi yang lebih kuat antarlembaga pendidikan Islam melalui pembentukan Forum Pondok Pesantren Sulawesi Barat.

“Kami ingin pesantren memiliki ruang bersama untuk berdiskusi, saling menguatkan, dan menyampaikan aspirasi kepada pemerintah. Pesantren harus tumbuh bersama,” kata Adnan Nota.

Pada agenda tahunan ini, sebanyak 239 santri mengikuti jalannya Khataman Sharaf XI, yang terdiri dari 116 santri putra dan 123 santri putri. Selain itu, sebanyak 387 santri dari tingkat MI, Wustha, hingga MA Program Keagamaan dan Pendidikan Diniyah Formal (PDF) resmi dinyatakan lulus dalam prosesi Haflatul Ikhtitam VIII.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup