Menata Ternak, Merawat Desa: Langkah Mahasiswa UGM Dorong Perdes Penertiban di Mamuju
ANALYSIS.ID, Mamuju – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gajah Mada (KKN-PPM UGM) menghadirkan terobosan baru bagi tata kelola peternakan di Sulawesi Barat (Sulbar).
Melalui kolaborasi lintas disiplin dari Fakultas Hukum dan Sekolah Vokasi, mereka menginisiasi draf Peraturan Desa (Perdes) tentang penertiban hewan ternak di Desa Tapandullu, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju.
Inisiatif ini dimotori oleh Panji Alfian dan Ganesh Sarah dari Fakultas Hukum, serta Zhorif Zainul dari program studi Teknologi Veteriner.
Panji Alfian menjelaskan bahwa draf regulasi tersebut lahir dari hasil observasi lapangan yang mendalam terhadap kondisi di Desa Tapandullu.
Menurutnya, masih banyak hewan ternak yang dibiarkan berkeliaran bebas hingga memicu potensi kecelakaan lalu lintas dan merusak tanaman milik warga.
“Peraturan desa ini lahir dari observasi kami di lapangan. Banyak hewan ternak yang berkeliaran dan merugikan orang lain, seperti tertabrak pengendara motor atau merusak tanaman warga,” ujar Panji, Jumat (24/7/2026).
Dalam proses perumusannya, mahasiswa tidak berjalan sendiri. Mereka melibatkan partisipasi aktif warga melalui sesi sosialisasi dan diskusi terbuka.
Salah satu poin penting dalam pembahasan ini adalah mekanisme ganti rugi akibat kerusakan yang ditimbulkan hewan ternak.
Menanggapi masukan warga yang merasa besaran harga ganti rugi kerap tidak sejalan, tim KKN-PPM UGM langsung melakukan penyesuaian. Nilai ganti rugi kini diserahkan kepada kesepakatan musyawarah antara pemilik hewan ternak dan pemilik tumbuhan yang dirugikan.
“Karena peraturan desa ini dibuat untuk masyarakat, kami mencoba mengakomodasi dan merevisi draf tersebut sesuai kebutuhan warga. Harapannya, ke depan hewan ternak di Desa Tapandullu bisa lebih tertib,” tambahnya.
Tidak hanya fokus pada aspek ketertiban administratif, program ini juga menyentuh isu kesejahteraan hewan (animal welfare) dan pencegahan penyakit.
Merespon keluhan minimnya sumber pakan ternak, mahasiswa turut membagikan bibit pakan berkualitas serta cairan disinfektan guna mencegah penularan penyakit hewan.
Selanjutnya, langkah progresif ini mendapat sambutan hangat dari jajaran pemerintah Desa Tapandullu. Kepala Desa Tapandullu, Rahmat, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas terlaksananya program pembuatan perdes ini berkat inisiatif mahasiswa UGM.
“Alhamdulillah, dengan adanya anak-anak UGM ini, peraturan desa bisa terlaksana. Mudah-mudahan kedepannya bisa berjalan dengan baik di Desa Tapandullu, dan harapan kami para peternak ke depannya bisa mengimplementasikan perdes ini,” ujar Rahmat.
Senada dengan Kepala Desa, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tapandullu, Haris, juga menyatakan dukungan penuh terhadap kehadiran Perdes penertiban ternak tersebut.
“Kami sangat menyambut baik kegiatan yang dilakukan adik-adik UGM ini. Semoga apa yang disampaikan bisa kita aplikasikan di Desa Tapandullu demi kemajuan bersama,” ujar Haris.
Ia optimistis masyarakat dapat beradaptasi dengan aturan baru ini secara bertahap demi terciptanya tatanan desa yang lebih tertib, aman, dan membawa dampak positif bagi kemajuan Tapandullu ke depan.

Tinggalkan Balasan