Puluhan Mahasiswa KKN Universitas Wallacea Diterjunkan ke Desa Tapandullu

Jajaran Akademisi Universitas Wallacea dan Pemerintah Desa Tapandullu usai melakukan penerimaan mahasiswa KKN angkatan ke-III/Tahun akademik 2025/2026.

ANALYSIS.ID, Mamuju – Universitas Wallacea resmi melepas sedikitnya 50 mahasiswa program studi S1 Keperawatan untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan ke-III, Tahun Akademik 2025-2026, di Desa Tapandullu, Senin (13/04/2026).

Selama satu bulan ke depan, para mahasiswa ini akan menjalankan misi pengabdian masyarakat dengan fokus pada isu kesehatan dan kemandirian desa.

Ketua Satuan Penjaminan Mutu Internal Universitas Wallacea, Wita Oileri Tikirik, menyatakan bahwa program kali ini mengusung tema besar “Membangun Desa yang Cerdas, Mandiri, dan Sehat”.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara akademisi dan masyarakat lokal.

“Kami sangat berharap kegiatan ini memberikan dampak positif bagi Desa Tapandullu. Kami juga ingin membangun kolaborasi jangka panjang yang solid antara universitas dan pihak desa,” ujar Wita usai memberikan sambutan pelepasan.

Wita yang juga lulusan M.Adm.Kes ini menitipkan pesan tegas kepada para mahasiswa agar menjaga integritas dan nama baik institusi selama berada di lapangan.

“Kita datang ke wilayah orang. Jaga nama baik almamater dan pastikan kehadiran kalian benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga,” imbuhnya.

Poto bersama Mahasiswa KKN angkatan ke-III, Tahun Akademik 2025/2026 dan Pihak Akademisi Universitas Wallacea serta Pemerintah Desa Tapandullu.

Penerimaan mahasiswa KKN kali ini disambut hangat oleh Pemerintah Desa Tapandullu. Kepala Desa Tapandullu, Rahmat, mengakui adanya perbedaan signifikan pada gelombang KKN tahun ini, terutama dari sisi kuantitas.

“Saya terima dengan lapang dada. Biasanya mahasiswa yang masuk ke sini hanya sekitar 10 orang, tapi kali ini jumlahnya mencapai lebih dari 50 orang. Ini perbedaan yang sangat besar,” kata Rahmat di Kantor desa Tapandullu, Dusun Babalalang, Kecamatan Simboro.

Dengan jumlah personel yang lebih banyak, Rahmat optimistis program kerja mahasiswa dapat menyentuh lebih banyak lapisan masyarakat.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada koordinasi di tingkat bawah.

Ia menginstruksikan seluruh jajaran perangkat desa, mulai dari aparat hingga kepala dusun, untuk memberikan dukungan penuh kepada para mahasiswa.

“Adik-adik kita ini membawa program kerja. Mereka butuh asistensi dan dukungan dari seluruh perangkat desa agar semuanya berjalan maksimal,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup