Kabar ini disampaikan oleh Andi Mappauda, seorang petani durian asal Bulo, Sulawesi Barat, saat bertemu dengan Pj Gubernur Bahtiar di Mamuju. Mappauda mengungkapkan bahwa banyak pihak yang menghubunginya, tertarik untuk berinvestasi di sektor durian, terutama di Polewali Mandar.
“Banyak yang menghubungi saya, Pak. Mencari lahan di Sulbar, khususnya di Polman. Menanyakan kebenaran berita program Pemprov Sulbar,” ujar Mappauda dengan semangat.
Mappauda menjelaskan bahwa ia telah mengonfirmasi kebenaran program tersebut kepada para calon investor, termasuk fakta bahwa kelompok petani durian Bulo Polman telah menerima bibit durian musang king pada akhir tahun 2024.
“Ada yang mau bangun storage durian di Polman. Terutama investor dari Korea. Cari lahan,” lanjut Mappauda. Ia menambahkan bahwa para investor tampaknya sangat antusias dan berani mengambil langkah antisipasi dengan mempersiapkan fasilitas penyimpanan durian.
Pj Gubernur Bahtiar Baharuddin memang sangat gencar mendorong penanaman durian, khususnya musang king, di Sulawesi Barat. Ia melihat potensi besar pada lahan yang luas dan subur di provinsi ini.
Program pembagian bibit durian musang king telah dimulai sejak akhir tahun 2024, dengan fokus awal pada petani durian di Bulo, Polman, yang sebelumnya menanam durian lokal dan montong.
Untuk lebih memperluas program ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat berencana membagikan 500 ribu bibit durian musang king kepada masyarakat pada tahun 2025. Saat ini, ratusan warga telah mengajukan proposal untuk mendapatkan bibit tersebut.
Jika target 500 ribu bibit tercapai, Sulawesi Barat akan memiliki setidaknya 5.000 hektar lahan durian musang king, melampaui target China yang hanya 2.000 hektar. Pj Gubernur Bahtiar memperkirakan bahwa dalam empat tahun mendatang, produksi durian musang king dapat menghasilkan pendapatan hingga 10 triliun rupiah di Sulawesi Barat.
“Nantinya Sulbar jauh lebih besar luasan kebunnya ketimbang China. Belum lagi durian yang sudah tertanam saat ini di beberapa sentra durian Sulbar,” kata Bahtiar. Ia menyebutkan beberapa daerah sentra durian seperti Kecamatan Bulo, Tutar, Ulumanda, Botteng, Tommo, dan Karossa.
Bahtiar menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan produksi masyarakat dan menyediakan bibit unggul sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat.(*)
Tinggalkan Balasan