Kurangi Angka Pengangguran di Sulbar, Disnaker Berhasil Plor Peserta Magang di 10 Instansi
ANALYSIS.CO.ID, Mamuju – Kepala Dinas Tenaga Kerja Sulbar, H. Andi Farid Majid mengatakan Penutupan pemagangan ini adalah program dari Kementerian Ketenagakerjaan yang dilaksanakan oleh Dinas Tenaga Kerja daerah Provinsi Sulawesi Barat dengan melibatkan 27 perusahaan dengan 179 peserta.
“Alhamdulillah sesuai dengan harapan kami bahwa kurang lebih 70% dari peserta magang itu diterima di perusahaan tempat mereka magang,” demikian keterangan resmi Andi Farid Majid kepada sejumlah media, di Atrium Mal Matos, Jl. Yos Sudarso, Kelurahan Binanga, Kabupaten Mamuju. Kamis (10/10/2024).
Meski begitu pria yang akrab disapa Farid ini menyampaikan harapannya, di tahun depan jumlah peserta magang itu bisa lebih banyak dengan perusahaan-perusahaan yang ikut serta yang berpartisipasi juga bisa lebih banyak.
Kata dia, agar menjadi salah satu tugas di dinas tenaga kerja untuk mengurangi tingkat pengangguran terbuka di Sulbar.
“Evaluasinya sekarang masih diikuti oleh 27 perusahaan, kami berharap kedepannya bisa lebih banyak lagi perusahaan-perusahaan yang bisa berpartisipasi dalam menerima peserta magang agar sarapan tenaga kerja yang ada di Sulbar itu bisa lebih meningkat,” harapnya.
Selain itu ia mengungkapkan, selama pemagangan dari bulan Mei-Oktober ini 5 bulan, tidak ada kecelakaan-kecelakaan di tempat kerja.
“Dari proses awal memang yang mendaftar itu yang berminat dalam program pemagangan ini kurang lebih 2600 orang, cuman kuota yang tersedia dari Kementerian itu cuman 179 harapannya di tahun-tahun yang akan datang kuota dari Kementerian bisa lebih banyak dan saya juga menambah dari program atau kegiatan dari dinas tenaga kerja itu sendiri,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, General Manager PT. Manakarra Bumi Lestari, Ir. Muhammad Dahlan Farhats menuturkan, program ini bagus karena dari tiap perusahaan punya kesempatan untuk memberi nilai dan menyeleksi dari peserta magang di mana selama magang itu Disnaker yang membiayai,
“Jadi kita sangat-sangat mendapat manfaat ya karena kita bisa menilai kualitas, selama ini kan kita langsung menerima kita belum tahu kualitasnya begitu kerja di perusahaan dengan 0 pengalaman, Perusahaan wajib membayar 100%. Saya kira sangat bagus setiap karena perusahaan berkesempatan untuk menyeleksi,” ujar Muhammad Dahlan.
Selanjutnya, Dahlan juga berharap, setiap tahun ada, sehingga memberi kesempatan kerja bagi adik-adik yang baru selesai sarjana, karena sarananya ada melalui Disnaker untuk mendapatkan tenaga kerja.
“Kebetulan kita tahun ini Alhamdulillah 10 orang itu kita pakai semua, karena kebetulan ada posnya yang kosong dimana dia praktek. Seperti bagian-bagian di pembukuan, di sekretariatan, ada personalia, dan di kantor. Alhamdulillah sejauh ini dalam arti lebih bagus karena kita kan sudah menilai Melati 5 bulan,” tutupnya.
Nur

Tinggalkan Balasan