Imbas Krisis Pangan Dunia, Ketapang Sulbar Sebut Indonesia Tidak Berdampak
![]() |
| Kantor Ketapang Sulbar. (Dok. Analysis.co.id) |
Mamuju, analysis.id — Penyebab Tekanan Indonesia bertambah di indikasikan banyak negara eksportir pangan menghadapi ancaman gagal panen atau penurunan produktivitas akibat El Nino. Hal ini berimplikasi kian menipisnya pasokan di pasar, yang pada gilirannya akan semakin mengerek harga ke atas.
“Dampak issue global itu, kita Indonesia tidak terlalu berdampak karena pertama kita adalah negara agraris, terus yang kedua gandum bukan makanan pokok kita, walaupun mungkin ibu-ibu akan tergantung pada gandum ketika memproduksi kue, karena sebagian besar bahannya ada gandum, saya pikir kita akan berdampak, tapi bukan pada yang mengalami krisis,” demikian keterangan, Kadis Ketapang Sulbar, Melalui Kepala Bidang Distribusi dan Harga Pangan Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Adnan. Jumat (4/8/2023).
Kendati begitu, Adnan mengungkapkan langkah atau antisipasi Ketapang Sulbar terhadap badai El Nino tersebut.
Menurutnya, Dinas terkait akan melakukan intervensi dan berbagai upaya-upaya, tidak lain untuk mengatasi permasalahan yang ada.
“Kita tidak bisa sendiri, kita harus berkolaborasi mulai dari bawah sampai ke atas, dan upaya lainnya kita tetap memperkuat stok, dan sementara kita dorong daerah-daerah untuk melakukan kerja sama antar daerah, jadi antar daerah penghasil dengan daerah distribusi, kita coba dekatkan supaya mata rantai pasok itu bisa kita pangkas, karena memang yang menyebabkan jumplangnya itu harga antara tingkat petani sebagai produsen dengan tingkat konsumen itu karena panjangnya rantai pasok,” ujarnya.
Masih Adnan, “Langkah-langkah untuk memperpendek itu, kita sementara mendorong desa untuk mengaktifkan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), sebab mungkin dia bisa menjadi apoteker atau sebagai distributor, itu sudah kita sosialisasikan tapi mungkin butuh proses, adapun jangka pendeknya itu, kita coba laksanakan pasar murah, terus, dan kita ada cadangan pangan pemerintah, mulai dari kabupaten, provinsi sampai pusat itu ada, karena itu untuk menghadapi krisis pangan, yah cadangan pangan harus di perkuat,” sambungnya.
Selain itu, Dia menyebutkan stok pangan untuk sementara pemerintah sudah menyiapkan, selain mengantisipasi dampak global, juga untuk daerah-daerah yang mengalami kerawanan pangan.
“Kita punya stok pangan beras sekarang sebanyak 96 ton, ketahanannya capai 9 bulan, adapun cadangan pangan kita peruntukkan spot-spot daerah yang mengalami kerawanan pangan, baik karena bencana alam, bencana sosial seperti kerusuhan atau yang lainnya, ataupun adanya gejolak harga, itu kita persiapkan,” tutupnya.
Tag
Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup


Tinggalkan Balasan