Kasus DBD di Mamuju Meningkat, ini Penjelasan Dinkes Mamuju
![]() |
| Dokument Istimewa |
Mamuju, analysis.id – Kasus Demam Berdarah (DBD) di Kabupaten Mamuju mengalami peningkatan sejak awal tahun sampai Mei 2023 sebanyak 102 Kasus di bandingkan tahun 2022 dengan 62 Kasus.
Hal itu berdasarkan data dari Kepala Bidang atau Kabid Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mamuju, Alamsyah Thamrin, Kamis (15/6/2023).
“Untuk kasus demam berdarah di Mamuju januari sampai mei ini, itu ada 102 kasus dan satu orang meninggal. Ada peningkatan kasus dibandingkan tahun 2022 kemarin hanya 62 kasus,” demikian keterangan tertulis Alamsyah Thamrin.
Alamsyah menuturkkan peningkatan kasus DBD tersebut merupakan tantangan bagi Dinas kesehatan kabupaten Mamuju, oleh karena itu Dinkes Mamuju secara intensif melakukan upaya dalam hal pencegahan merebaknya DBD ini.
“Kami terus secara intensif lakukan fogging, memberikan edukasi dan arahan ke warga terkait dengan gerakan 3M plus. Seperti menguras dan menutup rapat tempat penampungan air, juga mendaur ulang barang bekas penampungan hujan,” tutur Alamsyah
menurutnya, peran dan keikutsertaan masyarakat sangat diperlukan dalam upaya pencegahan penyebaran kasus DBD ini. Karena dalam langkah pemutusan siklus hidup nyamuk, semua kalangan masyarakat dapat berperan aktif termasuk pemerintah setenpat.
“Kami tidak bosan untuk terus menghimbau pada warga, agar dapat berperan aktif dan bersama sama dalam upaya penyebaran jentik nyamuk DBD ini,” pungkasnya.
Tag
Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup

.jpeg)
Tinggalkan Balasan