Dugaan Timsel Pilih Kasih, HMM dan IPMAPUS Sulbar Kembali Melakukan Unjuk Rasa
![]() |
| Puluhan Massa HMM dan Ipmapus Sulbar, melakukan Unras di depan kantor Kpu Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), jalan Soekarno Hatta. (Dok. Istimewah). |
Mamuju, Analysis.co.id — Puluhan Aliansi Himpunan Mahasiwa Manakarra (HMM) dan Ikatan Mahasiswa Pitu Ulunna Salu (Ipmapus) Sulawesi Barat (Sulbar) kembali melakukan Unjuk Rasa atau Unras, di depan Kantor KPU Provinsi Sulbar di Jalan Soekarno/Hatta Mamuju, kemarin sore.
Hal itu mereka lakukan karena Tim seleksi (Timsel) KPU Kabupaten Majene, Mamuju, Mamuju Tengah dan Pasangkayu dalam proses seleksi calon komisioner yang berlangsung di duga melakukan pilih kasi pada salah satu calon. Minggu (16/4/2023).
Ketua HMM, Lukman menjelaskan sejumlah keputusan Timsel patut dicugai bermain api terkait kelulusan 20 besar calon anggota komisioner KPU Kabupaten.
kata Lukman, pada 20 besar yang diumumkan itu ada nama Kepala Desa yang masih menjabat dan belum mengundurkan diri dari jabatannya. Kata Dia, hal itu melanggarkan PKPU Nomor 4 Tahun 2023 tentang persyaratan mendaftar sebagai calon anggota KPU Kabuapten kota yang juga diperkuat pada syarat dokumen.
“Kami telah melakukan konsultasi kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) kabupaten Mamuju dan Kepala Desa atas Nama Indo Upe` masih lolos. Padahal dalam PKPU sudah jelas diatur harus mengundurkan diri dahulu. Ini patut dicurigai ada konkalikong antara Timsel dan Calon,” jelas Lukman.
Lukman juga menyoroti kinerja Timsel di mana dua anggota Komisioner KPU Kabupaten Mamuju masuk dalam 20 besar, kata Lukman, dua nama tersebut telah beberapa kali di sangsi kode etik keras dari DKPP.
“Kita tentu ingin pemilu 2024 berjalan demokratis dan kredibel, tetapi mengapa dua nama yang bermasalah dengan kode etik masih lolos,” kata Lukman dalam orasinya.
Sementara Ketua Ipmapus Sulawesi Barat, Ali Mustakim, menyoalkan masalah yang sama terjadi di Sulawesi Selatan tetapi tidak diloloskan oleh Timsel dengan pertimbangan telah mendapatkan sejumlah kode etik dari DKPP.
“Sulawesi Selatan juga ada permasalahan yang sama, tetapi timselnya tidak meloloskan dengan tertimbangan itu. Tentu ini jadi pertanyaan mengapa di Sulbar bisa lolos padahal kita menggunakan PKPU yang sama dan dinanungi KPU RI yang sama,” tuturnya.
Ali Mustakim menambahkan HMM dan Ipmapus Sulbar akan terus melanjutkan aksi unjuk rasa untuk mengawasi langkah Timsel.
“Aksi ini baru awal, karena kami akan terus melanjutkan aksi ini untuk mengawasi kinerja Timsel yang patut dicugai bermain kongkalikong dengan para Calon,” tandasnya.


Tinggalkan Balasan