Rahmat Kembali Soalkan Puluhan Rumah Warganya Lantaran Terancam Hilang di Sapu Ombak
Rahmat mengatakan tanggul di pesisir Pantai Tapandullu, Desa Tapandullu, Kacamatan Simboro mengalami kerusakan sedikit demi sedikit sejak tahun 2018.
Saat ini warga setempat membangun tanggul sementara dari batang pohon, meski begitu, tanggul tersebut biasanya akan terseret dan rusak jika dihantam gelombang tinggi.
“Mulai rusak itu 2018. Kemarin warga buat tanggul lagi dari batang pohon, cuman kalau tinggi lagi ombak rusak lagi,” kata Rahmat, Kamis (30/3/2023).
Rahmat menuturkan wilayah tersebut sering diterjang banjir rob lantaran tidak adanya tanggul pemecah ombak. Hal itu kata dia lambat laun bisa merusak rumah warga.
“Yang ada disana itu sekitar 20 rumah, ada puskesmas pembantu (Pustu) juga, tanggulnya sudah rusak,” tutur Kepala Desa Tapandullu Rahmat.
Lanjut Ramat, “Biasa kalau banjir rob itu airnya 50-100 sentimeter sampai di rumah-rumah. Bahkan ada pondasi rumah warga yang mulai terkikis,” sambungnya.
![]() |
| Kondisi Rumah Warga Desa Tapandullu, Pasca Air Laut Lagi Pasang. (Dok. analysis.id). |
Dia mengaku sudah mengajukan bantuan ke Pemkab Mamuju dan diusulkan saat Musrembang kecamatan maupun kabupaten. Namun hingga kini belum ada bantuan yang diberikan.
“Sudah kita kasih masuk proposal. Bahkan dibahas di Musrembang juga,” imbuhnya.
Menurutnya, tanggul di wilayah tersebut harus dibangun sepanjang 2 kilometer melalui bantuan Pemkab Mamuju maupun Pemprov Sulbar. Dana desa disebut tidak mampu untuk mengerjakan pembangunan tanggul.
“Iya (dana desa tidak cukup). Kita berharap pemerintah baik kabupaten atau provinsi bisa membantu,” pungkasnya.(*)
Tag
Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup



Tinggalkan Balasan