Hasil Pertanian Tidak Lagi di Ekspor! Sutinah Suhardi Harap Demi Penuhi Kebutuhan Pasar Lokal

Bupati Mamuju, Hj. St. Sutinah Suhardi Saat Melangsungkan Penanaman Bawang di Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju. (Dok. Humas Bupati Mamuju).

Mamuju, analysis.id — Bupati Kabupaten Mamuju, St. Sutinah Suhardi berharap petani tidak langsung melakukan ekspor hasil pertaniannya keluar daerah, dalam rangka pemenuhan kebutuhan pasar lokal.

Sutina Suhardi mengatakan saat ini khusus untuk cabai yang bersumber dari petani lokal telah banyak di pasar tradisional. Hanya saja, bawang merah yang lebih banyak dari luar daerah.
“Saya berharap, dengan Interfensi pemerintah kabupaten, petani tidak lagi menjual habis hasil pertaniannya keluar daerah, sebab diharapkan dapat memenuhi kebutuhan di pasar Mamuju,” Harap Sutinah Suhardi saat menghadiri penanaman perdana bawang merah bersama anggota Kelompok Tani Sirannuang 2, di Kecamatan Kalukku. Selasa (23/05/2023).
Sementara itu, Kadis DTPHP Sofyan, mengungkapkan komuditas holrtikultura dalam proses pengembangan di Mamuju terutama dua komuditas yang sangat berpengaruh terhadap Inflasi, yaitu bawang merah dan cabai.
“Sehingga atas petunjuk ibu bupati, kami mendapatkan anggaran dipertanian Rp. 5M dari DID, atas prestasi dalam menekan Inflasi di mamuju, anggaran tersebut untuk di hibahkan kepada petani,” ujar Sofyan.
Lebih lanjut dia menuturkan, bahwa interfensi bantuan melalui DID terhadap kampung bawang diperuntukkan bagi 4 kelompok tani.
“Masing-masing mendapatkan bantuan berupa bibit bawang, herbisida, insektisida, fungisida, pupuk NPK, POG, POC, dan handsprayer. Sedangkan, untuk komuditas cabai diberikan kepada 6 kelompok tani,” tutupnya.
Diketahui, dalam agenda tersebut Sutinah juga menyerahkan bantuan bibit bawang merah dan cabai ke petani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup