Top! Parepare Jadi Kota dengan Inflasi Terendah di Sulsel per April 2026

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Dian Ernawaty dalam rilis resmi BPS di Parepare, pada Selasa (5/5/2026). (Tangkapan layar akun Youtube BPS Parepare)

Analysis.id, Parepare – Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) sukses mencatatkan performa impresif dalam menjaga stabilitas harga. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa Parepare menjadi daerah dengan tingkat inflasi tahunan (year-on-year) terendah di antara seluruh kota pantauan IHK di Sulsel pada April 2026.

Kepala BPS Kota Parepare, Dian Ernawaty, menyebutkan indeks harga konsumen (IHK) di Parepare berada pada angka 112,39. Angka inflasi tahunan kota ini tercatat sebesar 2,18 persen.

“Inflasi tertinggi di Sulawesi Selatan terjadi di Kabupaten Sidenreng Rappang sebesar 3,94 persen, dan terendah terjadi di Kota Parepare sebesar 2,18 persen,” kata Dian Ernawaty dalam rilis resminya, Selasa (5/5/2026).

Capaian inflasi 2,18 persen ini menunjukkan tren penurunan jika dibandingkan dengan April 2025 yang kala itu sempat menyentuh angka 3,68 persen.

Rendahnya angka inflasi di Parepare terbantu oleh penurunan harga (deflasi) pada kelompok pengeluaran perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga yang mencapai 3,14 persen.

Sejumlah komoditas yang harganya melandai dan turut menjaga angka inflasi tetap rendah antara lain:

  • Ikan Layang: Menjadi faktor kunci dengan sumbangan deflasi yang cukup besar yakni 0,22 persen.
  • Komoditas Pangan: Ikan tuna, cabai merah, cabai rawit, bawang putih, telur ayam ras, dan daging ayam ras.
  • Kebutuhan Rumah Tangga: Deterjen cair, sabun detergen, dan pengharum cucian.
  • Lainnya: Tarif angkutan antar kota, wortel, dan pepaya.

Meski menjadi yang terendah di Sulsel, Dian Ernawaty tetap mewaspadai beberapa komoditas yang masih memberikan andil kenaikan harga secara tahunan. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi yang tertinggi kenaikannya hingga 11,50 persen.

Beberapa komoditas penyumbang inflasi yang tetap diwaspadai di antaranya:

  • Emas Perhiasan: Memberikan andil inflasi y-on-y sebesar 0,94 persen.
  • Tomat: Memberikan andil sebesar 0,26 persen.
  • Beras: Menyumbang andil sebesar 0,16 persen.

Secara bulanan (month-to-month), Parepare juga menunjukkan tren positif dengan mengalami deflasi tipis sebesar 0,08 persen pada April 2026.

Hal ini mencerminkan keberhasilan normalisasi harga kebutuhan pokok pasca-momentum hari raya di kota tersebut.

Di akhir paparan, Dian juga mengajak masyarakat menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar Mei hingga Agustus ini sebagai landasan penyusunan kebijakan pembangunan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup