Upaya Pemkot Parepare Minimalisir Banjir Lewat Pengerukan Sedimen
Analysis.id, Parepare – Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) bergerak cepat mengatasi persoalan genangan air yang kerap muncul saat hujan deras. Tim gabungan dikerahkan untuk mengeruk sedimen dan sampah di drainase sepanjang Jalan Andi Cammi, Kecamatan Ujung, Minggu (26/4/2026).
Petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Damkar, hingga Dinas PUPR terjun langsung ke dalam saluran air. Mereka mengangkut tumpukan sampah plastik dan sedimen tebal yang menyumbat aliran air. Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, juga turun langsung meninjau jalannya pembersihan tersebut.
Sekda Kota Parepare, Amarun Agung Hamka, menyebut aksi ini merupakan instruksi langsung dari Wali Kota untuk merespons keluhan warga terkait genangan.
“Ini instruksi bapak wali kota untuk menindaklanjuti kondisi genangan pasca hujan lebat. Salah satu penyebabnya adalah sampah plastik yang menumpuk di drainase,” kata Hamka.
Berikut poin-poin penting terkait aksi pembersihan drainase di Parepare:
- Sampah Plastik Jadi Kendala: Petugas menemukan banyak sampah plastik yang menyumbat saluran, yang dinilai menjadi faktor utama pemicu banjir di beberapa titik.
- Edukasi Warga: Aksi pengerukan ini sekaligus menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar tidak menjadikan drainase sebagai tempat pembuangan sampah.
- Sinergi OPD: Pembersihan melibatkan lintas instansi (DLH, Damkar, dan PUPR) agar penanganan sedimen dan sampah dilakukan secara menyeluruh.
Hamka menegaskan upaya pemerintah tidak akan maksimal tanpa peran aktif masyarakat. Ia meminta warga memiliki kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan lingkungan.
“Buanglah sampah pada tempatnya. Ini tanggung jawab bersama demi kenyamanan dan keselamatan lingkungan kita,” tegasnya.
Lebih lanjut, Hamka menjelaskan edukasi ini sangat penting. Menurutnya, kebiasaan kecil seperti membuang sampah pada tempatnya bisa memberikan dampak besar bagi kota, terutama dalam meminimalisir risiko banjir di masa mendatang.
“Kita berharap kesadaran masyarakat meningkat sehingga lingkungan kota tetap bersih dan sehat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan