NU Barru Bangkit Melalui Kajian Aswaja bersama Ulama Lebanon

ANALYSIS.ID, Barru – Badan Otonom Nahdlatul Ulama (Banom NU) Kabupaten Barru menggelar kajian keaswajaan dengan menghadirkan seorang ulama asal Lebanon. Kegiatan yang berlangsung di Zam-Zam Center Barru. Sabtu, 18 April 2026.

Kegiatan ini mengusung tema Ahlusunnah wal Jama’ah (Aswaja) dan berlangsung dengan suasana khidmat serta penuh antusiasme.

Acara tersebut dihadiri oleh Rais Syuriah PCNU Kabupaten Barru, AG. Dr. H. Husain Abdullah serta seluruh unsur Banom NU, di antaranya Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat, PMII, dan IPNU-IPPNU.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari perwakilan pendiri Masjid Zam-Zam Center Barru selaku tuan rumah.

Dalam penyampaiannya, menegaskan bahwa masjid ini dibangun oleh warga Nahdliyin tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang mempererat ukhuwah antarbanom NU.

Ia berharap masjid ini dapat menjadi benteng dalam menghadapi sekaligus menangkal paham-paham radikal yang berpotensi memecah belah umat.

Selanjutnya, Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Barru, Syamsiah Muci menuturkan pentingnya memperkuat sinergi di antara seluruh elemen NU.

Syamsiah mengajak seluruh Banom untuk terus menjaga kekompakan dan meningkatkan kolaborasi dalam menjalankan program-program keumatan.

“Kebersamaan yang terbangun tidak berhenti pada kegiatan ini, tetapi terus berlanjut di masa mendatang,” tutupnya.

Lebih lanjut, Syekh Dr. Fadli Fuad Alamuddin Al Husaini mengulas, munculnya berbagai firqah dalam Islam pasca wafatnya Nabi Muhammad Saw.

Syekh Fadli menjelaskan, bahwa dinamika umat saat itu melahirkan beragam kelompok yang dipengaruhi oleh perbedaan penafsiran, kondisi politik, serta perkembangan sosial.

Ia menegaskan bahwa aqidah Ahlusunnah wal Jama’ah berlandaskan pada pemikiran Imam Abu Hasan Al-Asy’ari dan Imam Abu Mansur Al-Maturidi.

“Generasi NU perlu memahami sejarah kemunculan firqah agar tidak mudah terpengaruh oleh paham ekstrem maupun liberal yang menyimpang dari prinsip Aswaja,” jelasnya.

Untuk di informasi, kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang kajian ilmiah, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi antarbanom NU serta memperkuat komitmen bersama dalam menjaga ajaran Islam yang moderat, ramah, dan berakar pada tradisi ulama.

Para peserta terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara, termasuk sesi diskusi yang berlangsung interaktif dan penuh semangat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antarbanom Nahdlatul Ulama, khususnya di Kabupaten Barru, semakin kokoh dalam merawat tradisi serta menjaga aqidah Ahlusunnah wal Jama’ah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup