Komkar Sulbar Kecam Tindakan PJ Gubernur Sulbar

Ketua Komkar Sulbar saat menggelar Demontrasi di Sulbar. (Dok. Komkar).
Mamuju, analysis.idKomunitas Mahasiswa untuk Kedaulatan Rakyat (Komkar) Mengecam Tindakan PJ Gubernur Sulbar yang melaporkan massa aksi Aliansi Pemuda Pejuang Reforma Agraria (AMPERA) dengan alasan Merusak Fasilitas Negara (pagar kantor gubenur). Jumat (29/9/2023).

Ketua Komkar Sulbar, Jack Paridi mengatakan saat aliansi Ampera melangsukan aksi demonstrasi di kantor gubernur yang tepat pada momen hari tani 2023 dengan membawa 20 Tuntutan yang dianggap sangat penting untuk di diskusikan di pemprov Sulbar.

“Hal itu justru tidak sesuai harapan Aliansi karna yang Terjadi Justru hal diluar dugaan, yakni pemprov sulbar Justru menutup rapat ruang Komunikasi dengan massa aksi,” kata Jack.
 
Jack menuturkan dengan itu di tengah-tengah berlangsungnya aksi, Pihak Pemprov Sulbar memberitahukan akan Segera menemui massa namun, Sekitar 3 jam kemudian pihak pemprov tidak lagi muncul menemui massa aksi.

“Hal ini yang Memicu amarah dari massa aksi selain panas matahari, ada reaksi petugas satpol PP yang memprovokasi massa dengan memberikan kata kata provokativ, juga kebanyakan ikut mengambil vidio berlangsungnya aksi, sehingga massa aksi berinsiatif untuk merubuhkan pagar pemprov sebagai bentuk kekesalan atas sikap Pemprov Sulbar,” ujarnya. 

Ia menilai hal yang dilakukan Pj Gubernur Sulbar yang menganggap massa aksi sebagai perusak dan melaporkan massa aksi ke pihak kepolisian, terbilang negatif. 

“Sebagai pimpinan di sulawesi barat seharusnya PJ gubernur mengambil sikap yang bijak dan sikap yang adil melihat reaksi massa aksi bukan malah melaporkan massa dengan alasan PJ telah membuka Lebar lebar untuk audensi dengan catatan tidak melalui demonstrasi,” bebernya. 

Jack menambahkan itu bukan alasan karena aksi demonstrasi telah menjadi kultur mahasiswa dalam menyampaikan pendapat apa lagi dipayungi undang undang.

Menurutnya watak PJ gubernur yang anti kritik dan anti demonstrasi lebih mendalami situasi masyarakat Sulbar. 

“Setidaknya PJ jangan menilai demonsrtasi dari sudut pandangannya saja sehingga tidak timbul hal yang menyudutkan para aktivis dan pejuang kelompok petani, nelayan, buruh, kaum miskin kota,” imbuhnya. 

Lebih lanjut, ia menegaskan, “atas nama komunitas mahasiswa untuk kedaulatan Rakyat serta organisasi mahsiswa Pemuda di Sulbar akan melakukan konsolidasi besar-besaran atas tindakan yang menyudutkan mahasiswa dan para aktivis Gerakan dan pihaknya meminta segara cabut laporan yang ada di Polresta Mamuju yang melaporkan aktivis AMPERA,” tutupnya. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup