Sambut Hari Santri 2026, GP Ansor Parepare Ziarah Makam Selama Tiga Hari

Analysis.id, Parepare – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kota Parepare menggelar ziarah rombongan ke sejumlah makam wali, raja, dan tokoh agama di wilayah setempat. Kegiatan ziarah ini berlangsung selama tiga hari terhitung mulai tanggal 10 hingga 13 Oktober 2026.

Kegiatan rutin tahunan tersebut dilaksanakan pengurus kader Ansor dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional 2026. Selain itu, agenda ini menjadi momentum untuk meneladani perjuangan para tokoh sejarah dan ulama di Sulawesi Selatan.

“Kegiatan ini rutin setiap tahunnya dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026 serta menyambungkan kembali energi spiritual dari para leluhur, sang penjaga sejarah,” kata Ketua PC GP Ansor Kota Parepare, Rusman Tosoga, Selasa (13/10/2026).

Rusman menegaskan bahwa ziarah makam ini menjadi sarana penting untuk merawat ingatan sejarah generasi muda. Menurutnya, jejak perjuangan para leluhur harus terus dijaga demi membina karakter kader yang berakhlak mulia.

“Para ulama, raja, dan tokoh yang kita ziarahi memiliki kontribusi besar dalam membina umat serta menjaga keutuhan wilayah pada zamannya. Menziarahi makam beliau bukan sekadar ritual, tetapi pengingat bagi kami untuk meneladani kegigihan mereka dalam berjuang,” katanya.

Dalam rangkaian ziarah tersebut, rombongan mendatangi Makam Datu Lacincing selaku Arung Matoa Wajo dan Makam Dr. H. Achmad Faisal Andi Sapada yang merupakan Addatuang Sidenreng XV. Para kader juga berziarah ke Makam We Tenri Leleang selaku Pajung ri Luwu XIV & XVI serta Makam Prof. Dr. K.H. Abd. Muis Kabry yang pernah menjabat sebagai Mustasyar PBNU.

Perjalanan spiritual dilanjutkan menuju Makam Arung Mampi selaku Arung Bacukiki VIII dan Makam Petta Lapallontang sebagai tokoh bangsawan Kerajaan Bacukiki. Rombongan turut menyambangi Makam Syekh Abdul Rahman atau Syekh Bojo yang dikenal sebagai ulama fiqih penyebar Islam di Barru, Parepare, dan Sidrap.

Ziarah rombongan tersebut ditutup dengan mengunjungi Makam We Pancaitana Besse Kajuara Matinroe ri Majennang yang merupakan Mangkau ri Bone XVIII. Seluruh rangkaian kegiatan ziarah berlangsung khidmat hingga hari terakhir pelaksanaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup