Ikhtiar Ketua TP-PKK Tapandullu Memompa Semangat Istri Abdi Desa

Dok. Istimewa.

ANALYSIS.ID, Mamuju – Ketua Tim Penggerak (TP-PKK) Desa Tapandullu, Selvi Azis, mengumpulkan seluruh istri perangkat desa di Kantor Desa Tapandullu, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju. Senin (29/12/2025).

Pertemuan ini digelar untuk memperkuat peran perempuan dalam mendukung kinerja pemerintahan desa.

Dalam arahannya, Selvi menyampaikan pentingnya kesadaran kolektif bagi para istri aparat desa mulai dari istri kepala dusun, RT, hingga Badan Permusyawaratan Desa (BPD)—untuk memahami beban kerja suami mereka.

“Inti pertemuan tadi adalah agar para istri paham fungsi dan kinerja suami, serta mendukung penuh pekerjaan mereka. Laki-laki yang hebat ada perempuan yang lebih hebat di belakangnya,” ujarnya.

Meski demikian, ia menjelaskan bahwa selama ini masih ada anggapan bahwa keterlibatan istri perangkat desa belum maksimal.

Ia mengingatkan bahwa meski secara administratif perangkat desa memiliki kesetaraan golongan dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) Golongan 2A, pola kerjanya memiliki karakteristik yang berbeda.

“Kalau ASN pada umumnya absen pagi dan sore. Di pemerintah desa, meski secara administratif mungkin berbeda, sejatinya kita mengabdi untuk desa,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa peran istri menjadi krusial ketika perangkat desa memiliki kesibukan lain yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat. Istri diharapkan mampu menjadi penyambung lidah atau pendukung tugas-tugas suami agar roda pemerintahan di tingkat dusun dan RT tetap berjalan stabil.

Selanjutnya, dalam pertemuan itu, ia mengajak untuk saling terbuka tanpa rasa tersinggung. Menurutnya, kritik dan evaluasi yang ia sampaikan semata-mata demi kemajuan Desa Tapandullu.

“Selama ini terkesan tidak semuanya bergerak aktif. Jadi, hari ini semua saya undang agar kita semua merasa punya tanggung jawab yang sama dalam membangun desa Tapandullu,” tegas Selvi.

Melalui konsolidasi ini, ketua TP-PKK Desa Tapandullu berharap sinergi antara perangkat desa dan keluarga dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif, mengingat tantangan pembangunan desa ke depan yang semakin kompleks.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!