Ikhtiar Daurah Al Barkah Menyemai ‘Pare Kediri’ di Sulbar

ANALYSIS.ID, POLMAN – Sejak 22 Februari 2026, Desa Parappe di Kecamatan Campalagian, Polewali Mandar, punya kesibukan baru.

Kehadiran Kampung Arab Ramadhan Daurah Al Barkah membawa angin segar bagi dunia pendidikan di Sulawesi Barat, khususnya dalam upaya mempopulerkan bahasa Arab sebagai bahasa percakapan yang hidup dan dinamis.

Meski terhitung baru, daya tarik Daurah Al Barkah sudah menembus batas provinsi. Santri dan kalangan pelajar dari berbagai daerah seperti Bone, Bulukumba, Pangkep, hingga Mamuju Tengah dan Sengkang, sengaja datang ke Campalagian.

Motivasi mereka seragam: ingin lebih fasih dan luwes berkomunikasi dalam bahasa Arab untuk menjawab tantangan zaman yang kian global.

Pendiri Daurah Al-Barkah, Adri Aladin, bersama, Ust. Syamsul bahri da Ust. Suhal Baharuddin menjelaskan bahwa penguasaan bahasa adalah kunci bagi pelajar agar tidak tertinggal.

Namun, ia menyadari semangat saja tidak cukup. Baginya, kualitas pengajaran adalah “harga mati” agar pelajar di Sulawesi tidak perlu jauh-jauh lagi ke Pulau Jawa untuk mendapatkan standar pendidikan bahasa yang mumpuni.

“Kami ingin menghadirkan kualitas pembelajaran yang setara dengan pusat-pusat bahasa Arab di Jawa atau bahkan luar negeri,” ujar Adri, Senin, 2 Maret 2026.

Untuk menjamin kualitas itu, lulusan Pare, Kediri ini menghadirkan tenaga pengajar lulusan Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta. Kurikulum yang digunakan pun mengacu pada model pembelajaran populer dengan mengadopsi dari berbagai lembaga terkemuka seperti Al-Birr dan Kampung Arab Al-Azhar di Pare, Kediri.

Ketatnya standar ini terlihat dari proses seleksi perdana, di mana hanya 35 peserta yang dinyatakan lolos demi menjaga fokus dan efektivitas belajar selama 15 hari intensif.

Namun, program ini bukan sekadar kegiatan pengisi waktu di bulan Ramadhan. Pihaknya telah menyiapkan peta jalan agar Daurah Al-Barkah menjadi institusi permanen dengan kelas reguler setiap bulannya.

“Saat ini, proses legalitas lembaga sedang dirampungkan untuk memastikan profesionalisme ke depan,” katanya.

Ia menambahkan, bahwa proyeksi kedepan, Daurah Al Barkah ingin menjadikan Polewali Mandar sebagai “Pare Kediri-nya Sulawesi Barat”.

“Dengan hadirnya Daurah Al Barkah, Desa Parappe kini tengah bersiap menjadi pusat literasi baru, tempat di mana nilai-nilai klasik dan kemampuan bahasa dunia bersatu demi masa depan pelajar yang lebih kompetitif,” tutupnya .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup