Prevalensi Penyalahgunaan Narkoba di Sulbar Menurun, Tapi Jumlah Barang Bukti Meningkat

ANALYSIS.CO.ID, Mamuju – Kepala BNN Provinsi Sulawesi Barat, Brigadir Jenderal Polisi, Rudy Mulyanto, menyampaikan bahwa prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia mengalami penurunan pada tahun 2023.

Namun, di Sulawesi Barat, jumlah barang bukti narkoba yang berhasil diamankan justru meningkat di tahun 2024.

“Meskipun secara nasional angka penyalahgunaan narkoba menurun, kita perlu tetap waspada. Di Sulbar, jumlah barang bukti yang kita sita tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa peredaran narkoba masih terus terjadi,” ungkap Brigjen Pol Rudy usai menggelar Press Release akhir tahun 2024. Senin (30/12/2024).

Penangkapan Pengedar Ganja Antar Provinsi

Salah satu kasus menonjol yang berhasil diungkap oleh BNN Sulbar adalah penangkapan pengedar ganja asal Sumatera Utara. Sebanyak 524 gram ganja berhasil diamankan dari tangan pelaku.

“Kerjasama yang baik antara BNN Sulbar dengan BNN Pusat sangat membantu dalam mengungkap kasus ini. Pelaku sudah kita serahkan ke kejaksaan untuk diproses hukum,” tambah Rudy.

Perubahan Kebijakan Terkait Penyalahgunaan Narkoba

Brigjen Rudy juga menjelaskan adanya perubahan kebijakan terkait penyalahgunaan narkoba. Pengguna narkoba dengan barang bukti di bawah 1 gram akan direhabilitasi dan tidak diproses secara hukum.

“Kebijakan ini merupakan langkah positif untuk memberikan kesempatan bagi para pengguna untuk sembuh. Namun, kita masih menunggu arahan lebih lanjut dari BNN Pusat terkait target penindakan pada tahun 2025,” ujarnya.

Peningkatan Jumlah Sabu-sabu yang Diamankan

Selain ganja, jumlah sabu-sabu yang berhasil disita oleh BNN Sulbar juga mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa peredaran sabu-sabu di Sulbar masih menjadi ancaman serius.

Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba

BNN Sulbar terus berupaya untuk mencegah dan memberantas peredaran narkoba di wilayahnya. Kerjasama dengan Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat sangat penting dalam upaya ini.

“Kita akan terus bekerja keras untuk menciptakan Sulawesi Barat yang bebas dari narkoba,” tegasnya.

Mubarak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup