Cegah Konten Negatif, KPID Sulbar ajak MT At-Taqwa Simbuang Bentengi Keluarga
![]() |
| Dok. Humas KPID Sulbar |
Mamuju, analysis.id – Peran ibu sangat urgen dalam sebuah keluarga, tak terkecuali dalam mendidik anak-anak agar tidak mudah terjerumus pada hal-hal negatif yang bisa merusak masa depan. Ibu adalah benteng dari segala rupa ancaman dari luar, salah-satunya pengaruh negatif konten, siaran atau informasi dari smart phone yang digenggamnya, demikian dikatakan Koordinator Bidang Isi Siaran Nur Ali saat memberi sambutan pada kegiatan Sosialisasi Siaran Sehat (3S) bersama Majelis Taklim (MT) At-Taqwa Simbuang di Masjid At-Taqwa Simbuang Simboro Mamuju. Senin (11/3/2024).
Nur Ali mengungkapkan, kodrat seorang ibu yang lemah lembut, penuh cinta kasih merupakan senjata paling ampuh meluluhkan hati anak-anaknya, keluarganya bahkan kepada lingkungannya.
“Sebab itu kami meyakini bahwa sosok ibu mampu membentengi keluarganya dari serangan konten dan informasi sampah tak berguna yang kerap membanjiri gadget kita semua,” ungkap Nur Ali.
Nur Ali menuturkan dengan cara menyampaikan agar menghapus konten, berita atau informasi yang dianggap palsu, dan mengajak keluarga, sahabat dan handai taulan memilih siaran televisi dan radio sebagai sumber informasi yang jelas.
“Tugas KPID ialah mengawasi isi siaran televisi dan radio yang sedang berlangsung hingga selesai, namun karena keterbatasan kami bisa saja ada siaran yang luput dari pemantauan, terkait hal itu partisipasi ibu-ibu sangat kami butuhkan untuk ikut mengawasi tayangan televisi yang diduga melanggar norma kepantasan dan kepatutan, KPID sangat konsen menjaga masyarakat dan terkhusus kepada anak-anak kita yang jiwanya masih labil agar tidak terkontaminasi dengan hal-hal buruk yang berpotensi ditiru sehingga merusak pikirannya,” jelasnya.
Selanjutnya, Koorbid kelembagaan Hadrah mengungkapkan besarnya andil seorang ibu terhadap keluarga, sahabat dan kepada masyarakat luas, karenanya KPID menilai program siaran sehat akan terwujud dengan melibatkan ibu-ibu yang tergabung dalam Majelis Taklim At-Taqwa.
Apalagi dibulan Ramadan ini, kata Hadrah banyak hal yang harus di ditahan dan direm, ia mengajak menonton siaran yang sesuai dengan tuntunan serta kaidah-kaidah pada bulan suci Ramadan, awasi keluarga dalam menonton konten atau siaran tanpa merasa diawasi, sehingga tercipta suasana rukun dan damai ditengah-tengah keluarga.
“Kami berharap, walau baru sekali tapi setidaknya dapat membesarkan harapan KPID menyandarkan asa kepada ibu-ibu untuk semakin mencintai siaran televisi dan radio,” imbuhnya.
Koorbid. PKSP Firman Getaran menyatakan jika kehadiran KPID ingin berbagi pengetahuan dengan ibu Majelis Taklim tentang penyiaran utamanya pada bulan Ramadan nanti.
Menurutnya, ada hal-hal yang harus di perhatikan secara bersama, yaitu pendakwah yang mengisi acara di televisi dan radio dalam bulan Ramadan harus benar-benar kompeten dan tidak terkait dengan organisasi terlarang.
“Tidak menampilkan dan mengeksploitasi pengongsumsian makanan secara berlebihan dan tidak menampilkan muatan bincang-bincang vulgar baik secara perseorangan maupun bersama orang lain dan tidak melakukan adegan berpelukan dan bermesraan dengan lawan jenis dan beberapa larangan lainnya,” tukasnya.
Sementara Komisioner Bidang PKSP Sarinah menyatakan bahwa kehadiran KPID bukan untuk menggurui, tetapi karena tugas sehingga kami melakukan sosialisasi siaran sehat ini untuk bertukar pengalaman dan berdiskusi tentang dunia penyiaran.
Sarinah mengatakan, “tempat terbaik untuk saling mengingatkan adalah dirumah, pantau anak-anak kita jangan sampai kebablasan dan terbius dengan konten yang menyesatkan, temani menonton televisi atau mendengarkan radio, luangkan waktu bagi mereka sambil berikan edukasi tentang efek negatif dari konten, siaran dan informasi yang tidak benar,” pintanya.
Ketua Majelis Taklim At-Taqwa Simbuang Simboro Mamuju Ummi Kasmaria mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas kunjungan KPID Sulbar melakukan sosialisasi siaran sehat kepada kami.
“Kami semua berharap sosialisasi ini bukan yang terakhir tapi merupakan awal dari pertemuan selanjutnya,” harapnya.
Kasmaria atau akrab disapa Ummi mengatakan, bahwa kedatangan KPID Sulbar merupakan suatu kehormatan bagi kelompok Majelis Taklim At-Taqwa karena diantara banyaknya Majelis Taklim KPID memilih pihaknnya untuk bersosialisasi.
Ummi mengaku belum banyak yang ia ketahui tentang dunia penyiaran, “tapi dengan adanya sosialisasi ini maka kami telah mendapatkan pengetahuan dan semakin paham terkait penyiaran itu sendiri,” tutupnya.
Tag
Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup


Tinggalkan Balasan