Putus Mata Rantai DBD di Mamuju, Dinkes Minta Keikutsertaan Masyarakat

Ilustrasi

Mamuju, analysis.id – Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, (P2P) Dinkes Mamuju, Firmawaty Sewang Melalui Penanggung Jawab Program Pencegahan dan Pengendalian (P2P) DBD, Dinkes Mamuju, Maghfirah meminta keikutsertaan masyarkat Mamuju guna memutus mata rantai Demam Berdara (DBD).

“Dimanapun kita berada, di lingkungan manapun kita, kiranya untuk melakukan promosi kesehatan dimasyarakat, sebab, tingkat pengetahuan kita tentang DBD yang tidak pas, yang berkembang di masyarakat bahwa DBD penyelesaiannya adalah fooging, padahal yang benar adalah DBD penyelesaiannya adalah peningkatan peran serta masyarakat untuk memutus mata rantai penularan,” kata Maghfira saat dihubungi melalui sambungan Whatshapp. Minggu (11/2/2024).

Maghfira menambahkan, “hanya satu cara efektif yang bisa digunakan yaitu dengan memodifikasi lingkungan, karena nyamuk itu sukanya lingkungan yang lembab, tidak ada cahaya, yang kotor kemudian perilaku masyarakatnya tidak bagus itu dia, tidak bisa dipungkiri bahwa sekarang keikutsertaan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih sangat kurang dan ini adalah tugas berat kami di Dinas Kesehatan sebab merubah mindset masyarakat itu sangat sulit, di segala sektor adalah Kadang sebuah program itu semua tanggung jawab pemerintah, padahal tidak bisa berhasil tanpa keikut sertaan masyarakat program itu tidak akan berhasil,” tambahnya.

selanjutnya, ia mengatakan Tim kerja di DBD, sampai di level Puskesmas, DBD sendiri ada Kesling, promosi kesehatan juga Surveilans, jadi setiap turun pasti melakukan koordinasi, kalau masalah promosi hanya dilakukan oleh orang promosi, orang promkes kalau untuk lingkungan dilakukan oleh orang sanitasi tapi overall.

“Untuk pengelola DPD Kabupaten Mamuju itu sudah terlatih semua, sudah terlatih tatalaksana program DBD, ini kalau misalnya pun tidak turun bersama orang kesling. Tetap bisa melakukan promosi kesehatan untuk lingkungan,” katanya.

Ia berharap seluruh warga Mamuju bahwa hal utama dari penanggulangan DBD itu adalah peran serta masyarakat sebanyak apapun dana yang disiapkan oleh Dinas Kesehatan, seberapa hebat pun menyusun perencanaan, tidak akan pernah berhasil tanpa keikutsertaan masyarakat sebab yang utama dari penanggulangan DBD itu adalah Bagaimana masyarakat ikut membantu bersama-sama memotong mata rantai penularan demam berdarah.

“yaitu dengan menciptakan lingkungan dimana vektor atau jentik itu tidak suka untuk hidup di situ, kita memodifikasi lingkungan agar tidak menjadi sarang yang disukai oleh nyamuk itu dia yang utama, bagaimana itu, yang lingkungannya bersih, cahayanya cukup yang tidak lembab itu dia, mudah-mudahan masyarakat bisa kita rubah midsetnya dari tadi mengandalkan yang luar biasa efeknya untuk jangka panjang itu keras yang mungkin kita belum sah dari sekarang udah nanti kita bisa rubah dengan meningkatkan peran serta masyarakat,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup