Tingginya Angka Kematian Ibu dan Anak di Sulbar: Ketua Bem Kesehatan Mamuju Angkat Suara
Mamuju, analysis.id — Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Institut Kesehatan & Bisnis (IKBS) St. Fatimah Mamuju, menyoroti tingginya angka kematian ibu dan bayi di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar). Sabtu (22/7/2023).
Ketua BEM IKBS Fatimah Mamuju, Andi Awal Faturrahman mengatakan banyaknya problem yang terjadi khususnya di Sulbar, terkhusus masalah angka kematian ibu dan bayi, Sulbar menjadi peringkat pertama, ini harus di kawal.
“Angka kematian Ibu dan anak pada tahun 2022 Sulbar diurutan pertama yang tentu menjadi perhatian kita bersama dan juga menjadi kritikan untuk pemerintah baik Pemprov beserta instansi terkait,” kata Andi Awal Faturrahman.
Kendati begitu, Awal mengungkapkan penanganan ibu dan anak yang meningkat terkhusus kepada Dinas terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Provinsi perlu mengevaluasi jajarannya karena ini adalah sebuah problem yang sangat serius.
“Berbicara tentang kematian itu sudah hal yang tentu untuk hal yang bernyawa, perlu kita ketahui bersama hal itu pasti ada sebab dan akibatnya dan tentunya tidak lepas dari faktor kesehatan,” ungkapnya.
Dia menambahkan ketika Dinkes Sulbat tidak menangani dengan serius soal problem angka kematian Ibu dan Anak yang di mana Sulbar mendapat peringkat yang pertama, pihaknya tidak segan-segan akan melakukan beberapa hal.
“Ini kan, kami belum mengkaji lebih dalam penyebab terjadinya hal itu. Makanya kami cenderung lebih ke membuat ruang diskusi dan edukasi, lalu kemudian ketika pemerintah setempat atau Dinkes Provinsi tidak merealisasikan hal tersebut, maka kami yakinkan kami akan melakukan konsolidasi besar-besaran,” tambahnya.
Lebih lanjut kata dia, pihaknya akan melakukan beberapa hal seperti ruang diskusi antara kampus kesehatan dan melibatkan berbagai elemen masyarakat bersama untuk membahas problem tersebut.
“Selain dari ruang – ruang diskusi, kami juga siap ikut andil dalam edukasi di masyarakat bagaimana pentingnya kesehatan terkhusus berkaitan dengan faktor yang memengaruhi meningkatnya angka kematian ibu dan anak tersebut,” tandasnya.
Tag
Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup


Tinggalkan Balasan