Putusan MK Belum Final, PKS Sulbar Peserta Pertama di Terima KPU Sulbar

Ketua DPW PKS Sulbar, Yuki Permana Resmi di Terima KPU Sulbar sebagai peserta Celeg DPRD Sulbar. (Dok. Analysis.co.id).
Mamuju, analysis.id — Meski Keputusuan Mahkamah Konstitusi soal sistem Proporsional tertutup ataupun terbuka belum final, Partai Keadilan Sejahtera atau PKS yang pertama kali di terima sebagai Peserta Calon Legislatif DPRD oleh Komisioner Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar). Selasa (9/5/2023).
Hal itu di ungkapkan oleh Ketua DPW PKS Sulbar, Yuki Permana usai melakukan pendaftaran di KPU Sulbar.
“Kami mengapresiasi kinerja dari KPU Sulbar, yang sudah menerima kami PKS, Sebagai peserta pertama yang mendaftarkan caleg dan konteks pendaftaran pertama ini, kami diterima dan dilayani dengan maksimal, karena itu kami ucapkan terima kasih,” kata Yuki Permana. 
Yuki mengatakan hari ini PKS telah mendaftarkan caleg DPRD Provinsi Sulbar, yang jumlahnya 45 orang, terdiri dari 60 % laki-laki, dan 40 % dari caleg perempuan, dan sekitar 40 % lebih dari kalangan milenial.
“PKS saat ini mendorong adek-adek milenial kita untuk ikut berpartisipasi dalam pemilu 2024 yang akan datang, dengan mencalonkan diri mereka untuk menjadi caleg dan ini bagian daripada kaderisasi PKS, kita memberikan peluang yang sebesar-besarnya kepada teman-teman kita kalangan milenial untuk ikut juga terlibat dalam politik,” kata Yuki. 
Lanjut Yuki, “Kami sampaikan 40 % kuota perempuan dan 30 % kita lampaui. Karena kita memberikan kesempatan kepada teman-teman perempuan untuk ikut juga dalam politik dan kami membuka lebar-lebar pintu PKS untuk pendaftaran dan insyaallah menjadi legislatif nanti,” sambungnya. 
Meski sudah melakukan pendaftaran caleg di KPU Sulbar ini hari, tetapi Yuki akan kembali melakukan konsolidasi dengan pihaknya, apalagi menjurus persoalan medis di beberapa kabupaten sebab akan menghambat proses di internalnya. 
“Tentunya kami akan melakukan konsolidasi keseluruh caleg kita. Karena ada beberapa administrasi yang belum terpenuhi, karena persoalan ketersediaan tenaga medis, misalnya teman-teman kita yang ada di Pasangkayu dan Mamasa itu pemeriksaan kesehatannya mereka satukan atau dikumpulkan dalam hari tertentu untuk dilakukan pemeriksaan secara bersama, ini yang kita jaga guna tidak menghambat pendaftaran di KPU dan partai,” jelas Yuki. 
Yuki menegaskan, “Kita target 7 kursi setiap dapil, mulai dari Sulbar 1 Mamasa sampai Sulbar 7 Pasangkayu, baik dalam sistem proporsional tertutup maupun proporsional terbuka, kita sudah mengantisipasi sistem itu, opsi-opsi yang mungkin terjadi,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup