Putusan MK Belum Klier, Alasan PKN Sulbar Ingin Pemilu Sistem Coblos Partai

PKN Sulbar melangsungkan konferensi pers di jalan Jenderal Sudirman, Mamuju, Sulbar. (Dok. Analysis.co.id).
Mamuju, analysis.id — Keputusuan Mahkamah Konstitusi (MK) belum klier, Mentor Partai Kebangkitan Nusantara atau PKN Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Ahmad Taufan Hamid, menuturkan alasan pihaknya ingin Pemilu (Pemilihan Umum) di langsungkan secara Proporsional tertutup.
Hal itu di ungkapkan Ahmad Taufan saat menggelar konferensi pers di kediamannya, jalan Jenderal Sudirman, Mamuju, Sulbar. Sabtu, (6/5/2023).
“PKN Sulbar menyambut baik apabila sistem pemilu ini tertutup, dari sambutan itu kami sangat yakin kalau proporsional tertutup, maka PKN mendominasi kursi di DPR,” ungkapnya.
Lanjut Ahmad Taufan, ” karena kami yakin bahwa di beberapa teman-teman di partai politik ini akan kesulitan mendapatkan calon anggota DPR, karena orang yang ingin menjadi caleg DPR itu adalah mereka yang mempunyai harapan untuk duduk. Sisi lain pada saat sistem proporsional tertutup seluruh kewenangan kursi, ada di tangan pengurus,” sambungnya. 
Dia menjelaskan apabila salah satu partai mendapatkan 1 kursi dengan calon DPR nya 8, maka siapa yang akan di berikan kursi itu,? Pada saat tidak ada kepastian, maka 7 di antara 1 mundur dari pencalonan atau minimal tidak akan bekerja karena tidak adanya kepastian.
“Dari itu PKN mempunyai perbedaan dengan partai lain karena mereka akan bekerja kolektif, kursi itu bukan milik perorangan tetapi kursi itu adalah milik rakyat untuk di perjuangkan nanti di DPR,” jelasnya.
Meski begitu dia berharap kalau sistem proporsional tertutup publik atau masyarakat akan memilih partai politik, atau mencoblos gambar disertai nomor partai, maka suara itu milik partai yakin dan percaya.
“Kedepan calon DPR di beberapa partai yang tidak mempunyai kejelasan pasti berujung kecewa, kita yakin itu, itulah membuat keyakinan kami bahwa di PKN ini akan memperoleh kursi yang signifikan akibat pertarungan ini memakai sistem proporsional tertutup, semoga saja pemilu kali in memakai sistem tertutup,” harapnya. 
Sementara Sekretaris Pimpinan Daerah PKN, Andi Putra Manakarra mengatakan terkait sistem pemilu yang akan di hadapi kedepan, baik itu sistem terbuka, terbuka tertutup maupun tertutup, dari PKN Sulbar sudah siap untuk menghadapi itu, dibuktikan sekarang dengan pengusulan caleg dengan sistem ala terbuka.
“Untuk sementara kita jalani kuota caleg di kabupaten Mamuju sudah mencapai 100 % per dapil, selanjutnya di kabupaten lain ada Mamasa, Polman presentasinya sudah mencapai 75 %, kemudia untuk sementara di Mamuju Utara sedang mencapai 50 %, selanjutnya pada tanggal 9 nanti kami akan melakukan penyerahan berkas bakal celeg se-provinsi Sulbar secara serentak, itu bisa dibuktikan bagaimana kesiapan kami secara Demokrasi, apalagi proporsional tertutup,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup