Demi Mamuju Keren Tanpa Stunting, Sutinah Suhardi: Lakukan Inovasi Baru
![]() |
| Sambutan Bupati Mamuju, St. Sutinah Suhardi, pada Kegiatan LaunchingPemberian Pangan Untuk Anak Stunting. (Dok. Humas Kabupaten Mamuju). |
Mamuju, analysis.id — Pemerintah Kabupaten Mamuju kembali menggelar Launching Program percepatan penurunan angka stunting, Sutina Suhardi: Lakukan Inovasi Baru, demi mewujudkan Mamuju bisa keren tanpa Stunting. Rabu (12/3/2023).
“Kita semua berharap inovasi ini bisa menurunkan angka stunting di daerah kita, jangan sampai ada bantuan yang tidak tersalurkan dengan baik,” ungkap Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi di Taman Karema.
Sutina juga menghimbau pihaknya untuk terus menggalakan program tersebut. Hinga ia menegaskan tidak boleh berpatah semangat.!
“Ayo kita massifkan kembali gerakan Posyandu dengan program ini sebagai cambuk, walau saat ini Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar) masih berada pada posisi ke dua tertinggi dengan angka prevalensi stunting mencapai 35.0% pada tahun 2022, dan khusus untuk kabupaten Mamuju berdasarkan data SEGI, kita berada pada posisi ke-empat tertinggi di Sulawesi Barat,” Tegas Sutinah Suhardi.
![]() |
| Bupati Mamuju, Hj, Sutinah Suhardi Memberi Bantuan Pangan ke Anak Stunting di Mamuju. (Dok. Humas Kabupaten Mamuju) |
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten Mamuju, Lukman Sanusi mengungkapkan walau terdapat sekitar 5346 anak berisiko stunting di kabupaten kita, dan hari ini kita akan menyalurkan bantuan pangan untuk 1900 orang anak.
“Kita menyasar anak yang termasuk ke dalam tiga kriteria; yakni anak stunting, gizi buruk, serta failure to thrive atau gagal tumbuh. Paket yang diberikan berisikan beras, kacang ijo, santan instan, serta gula pasir dan minyak kelapa. Paket ini mulai akan didistribusikan hari ini sampai 3 bulan ke depan,” bebernya.
Diketahui dalam agenda tersebut, penandatanganan MoU antara Pemerintah Kabupaten Mamuju dengan sejumlah perguruan tinggi kesehatan di Kabupaten Mamuju, yakni Poltekkes Kemenkes, Institut Kesehatan dan Bisnis St. Fatimah, Stikes Andini, serta Universitas Sulbar Manarang. (*)



Tinggalkan Balasan